MODE BERDOA
“Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: ‘Penindasan!’ tetapi tidak Kautolong?”
(Habakuk 1:2).
“Doa nabi Habakuk. Menurut nada ratapan.”
(Habakuk 3:1)
Dunia saat ini hidup di era media sosial. Ada lima media sosial paling populer, yaitu: Facebook, YouTube, Instagram, WhatsApp, dan TikTok (shopify.com). Melihat perkembangan yang ada, sepertinya mulai ada gejala tren gaya hidup media sosial. Banyak orang cenderung berinteraksi dengan orang lain melalui media sosial (baik itu teman sekitar, maupun yang dikenal di media sosial). Hampir semua aktivitas yang dilakukan akan di-update) dan di-upload di media sosial. Bahkan bukan hanya aktivitas, tetapi juga apa yang dipikirkan, dialami, dirasakan terkait masalah dan pergumulan hidup, bisa dengan cepat kita di-update di semua media sosial. Media sosial bukan hanya menjadi media komunikasi dan informasi, melainkan sudah menjadi teman, sahabat, bahkan bisa menjadi “tuhan” dalam hidup seseorang. Saat liburan, saat ada masalah dalam pekerjaan, saat bersedih, saat sakit, saat bahagia, apa pun keadaan kita, dengan segera kita akan memperbarui status (dengan kata lain datang dan curhat) ke Facebook, Instagram, WhatsApp, atau TikTok, tetapi tidak kita sampaikan kepada Tuhan. Ironis bukan, jika doa adalah napas hidup orang beriman, tetapi justru tidak menjadi prioritas bagi orang percaya! Melalui kitab Habakuk kita diajak untuk melihat salah satu mode (cara, sikap, langkah) agar orang percaya dapat bertahan dalam menghadapi berbagai pergumulan hidup ialah datang kepada Tuhan dan BERDOA. Habakuk memberi contoh yang baik ketika melihat dan mengalami ketidakadilan, kesulitan, penindasan, penderitaan, dan kehancuran yang mengerikan, ia segera datang berseru dan berdoa kepada Tuhan. Habakuk tidak lari, tidak bersembunyi, tidak kecewa dan marah dengan Tuhan. Ia memilih datang, berdiam diri, dan merendahkan diri di hadapan Tuhan. Ketika Daud berada dalam kesesakan, karena cengkraman musuh-musuh dan ancaman pembunuhan dari Saul, ia datang berseru kepada Tuhan: “Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.” (Maz. 18:7)
Doa dan Komitmen: Tuhan, dalam suka atau duka, baik atau buruk, bahkan menyesakkan, kami mau tetap belajar bertekun dalam Doa. (Mas Git)
Bacaan Alkitab
1 Samuel 13-14
