FEAR FACTOR
“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia”
(Yohanes 16:33)
“Berani karena Kristus telah menang” Bayangkan kita sedang menonton sebuah pertandingan sepak bola atau bola voli yang sudah selesai. Kita tahu, tim favorit kita sudah menang. Dan ketika pertandingan itu diputar ulang atau ditayangkan ulang, kita tentu lebih tenang menonton pertandingan itu, berbeda saat pertama kita menonton secara ‘live” Hal ini terjadi karena kita sudah tahu hasil akhir pertandingan itu. Demikian juga dengan perjalanan hidup kita saat ini yang sedang “live” Kita belum tahu apa yang terjadi di depan kita, tidak tahu apa yang terjadi besok. Mungkin saat ini kita masih menangis, bersedih, berduka, kehilangan, bergumul dengan penyakit, mengalami kegagalan yang menyakitkan. Ya, saat ini apa yang terjadi benar- benar “live” dan nyata. Namun hal yang kita lewatkan adalah Kristus yang telah menang. Yesus tidak berkata “Dalam dunia kamu tidak akan mengalami kesesakan” namun justru Yesus berkata “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan”. Kita takut, kuatir, dan tidak berani karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok, namun di dalam Kristus, kita menjadi berani karena kita tahu Kristus sudah menang. Kita berani karena kita tahu kepada siapa kita mempercayakan hidup kita. Ketakutan itu nyata dalam hidup kita, namun Kristus lebih nyata dalam hidup kita. Kristus sudah menebus kita, Ia menyertai kita, memelihara dan mengasihi kita, sebab Kristus sudah menang. Jadi saat kita mendengar kalimat “Jangan Takut” hal ini bukan karena Tuhan akan membuat semua baik-baik saja, melainkan “Jangan biarkan ketakutan menjadi pusat hidup kita, sebab Kristus sudah menjadi pusat hidup kita”. Injil tidak menjanjikan kehidupan tanpa ketakutan. Injil memberikan sesuatu yang jauh lebih dalam, yaitu kehadiran Kristus di tengah ketakutan dan adanya kepastian bahwa hidup kita sudah berada di dalam tangan-Nya. Ingatlah, “Jawaban terhadap ketakutan kita bukan selalu hilangnya bahaya, melainkan kehadiran Kristus yang nyata sepanjang hidup kita” Sepanjang renungan ini, kita tidak sedang berbicara “Fear Factor”, melainkan kita sedang memandang Kristus yang menjadi sumber pengharapan dan menjadikan Kristus sebagai pusat atas realitas hidup. Ketakutan boleh datang kapan saja, tetapi Kristus tetap menjadi pusat hidup kita.
Doa: Tuhan Yesus, kami tenang karena Engkau sudah menang, amin. (gian)
Bacaan Alkitab
Mazmur 121, 123-125, 128-130
