KOMPROMI VERSUS MENEMUKAN JALAN KELUAR

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
(1 Korintus 10:13)

Ada banyak orang sekarang lebih sangat pragmatis. Untuk menyelesaikan persoalan banyak di antaranya memilih jalan pintas dengan mengakhiri hidup. Karena mereka memandang jika mati maka semua persoalan itu telah selesai. Sehingga tidak heran jika di Bali, angka tingkat bunuh diri di masyarakat termasuk tertinggi di Indonesia, bahkan itu juga telah menyentuh kepada para generasi muda. Mengapa banyak orang percaya mengambil jalan pintas dan melakukan kompromi dengan dosa saat krisis terjadi? Jawabannya sederhana: mereka percaya pada kebohongan bahwa “tidak ada jalan lain”. Karena tidak ada jalan lain untuk menyelesaikan persoalan mereka memilih mati dengan mengakhiri hidupnya sendiri. Sesungguhnya kompromi terjadi ketika kita merasa terjebak dan kehilangan harapan. Namun, Firman Tuhan menjanjikan bahwa bagi orang percaya, selalu ada jalan keluar yang kudus. Poin Kebenaran dari ayat 13b mengatakan bahwa ada jalan keluar yang selalu disediakan oleh Allah bagi umat- Nya. Dikatakan, “Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” Allah tidak hanya membatasi intensitas ujian, tetapi Ia juga secara aktif menyediakan jalan keluar (way out) agar kita tidak jatuh ke dalam dosa. Namun sungguhpun demikian, Allah menuntut setiap umat-Nya untuk taat kepada-Nya. Syarat mutlak untuk tiap jalan keluar adalah ketaatan. Jalan keluar dari Tuhan sering kali menuntut taat untuk tetap kerendahan hati, taat unutk hidup dalam kejujuran, dan taat untuk terus dalam penyangkalan diri. Sering kali orang tidak melihat jalan keluar bukan karena jalannya tidak ada, melainkan karena mereka tidak mau membayar harga ketaatan untuk melangkah di jalan tersebut. Lalu latian praktis apa yang dapat kita latih sehingga kita terbiasa hidup bertahan meski belum menemukan jalan keluar yang diberikan Tuhan? Pertama, tolak jalan pintas duniawi: Katakan “TIDAK” pada solusi yang melanggar Firman Tuhan, seperti ketidakjujuran, manipulasi, atau kompromi moral. Kedua, mari mencari petunjuk ilahi: Saat menghadapi jalan buntu, carilah petunjuk melalui doa, perenungan Firman, dan nasihat rohani yang sehat sebelum mengambil keputusan. Dua latian praktis sederhana ini sesungguhnya mampu memupuk iman Anda terus bertumbuh. Kompromi bukanlah satu-satunya pilihan Anda. Di dalam Kristus, Allah senantiasa menyediakan jalan keluar yang memuliakan nama-Nya. Pilihlah jalan ketaatan, maka Anda akan melihat bagaimana kuasa Tuhan meluputkan Anda. (Ant)

Bacaan Alkitab
Mazmur 133