TUHAN YANG MEMILIH
¹³Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. ¹⁴Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. ¹⁵Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. ¹⁶Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. ¹⁷Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”
(Yohanes 15)
Renungan kita hari ini mari kita mulai dari sebuah lagu yang tidak asing bagi kita – lagu yang digubah oleh Almh. Pdt. Rahmiati Tanudjaja, dengan penggalan² syair sebagai berikut:
Bukan karena kebaikanku
Bukan karena fasih lidahku
Bukan karena kekayaanku
Bukan karena kecakapanku
Bukan karena baik rupaku
Bukan karena kelebihanku
Ku di-PILIH ku dipanggil-Nya
Ku dipanggil ku dipakai-Nya
Semua karena anugerah-Nya
Dibrikan-Nya pada kita
Semua anugerah-Nya bagi kita
Bila kita dipakai-Nya
Bagi saya syair ini bukan HANYA cukup – tetapi SANGAT cukup representatif untuk menjelaskan bacaan kita, khususnya di ayat 16. Dimana makna utamanya adalah bahwa keselamatan dan panggilan kita sebagai orang percaya bukan berasal dari usaha atau PILIHAN kita sendiri, melainkan dari inisiatif dan anugerah Allah semata. Sementara di satu sisi , tidak sedikit manusia masih merasa dan beranggapan bahwa dirinya-lah yang memiliki kendali penuh untuk menentukan pilihannya “ia mau percaya kepada Tuhan atau tidak” karena ia punya kebebasan mutlak untuk memilih.
- Hakikat Anugerah: Dipilih oleh Tuhan
- Yesus menegaskan bahwa Dialah yang terlebih dahulu mencari dan memilih murid-murid-Nya.
- Hubungan dengan Allah dimulai dari kasih karunia-Nya, sehingga manusia tidak memiliki alasan untuk sombong atau merasa berjasa di hadapan Allah.
- Tujuan Pilihan: Menghasilkan Buah yang Tetap
- Allah memilih umat-bukan sekadar untuk diselamatkan dari hukuman-tetapi untuk diutus ke dunia.
- “Menghasilkan buah” berarti hidup yang berdampak positif, mencerminkan karakter Kristus (seperti kasih, sukacita, dan damai sejahtera), serta membawa orang lain kepada kebenaran.
- “Buah yang tetap” berarti hasil rohani dan perbuatan baik yang memiliki nilai kekal serta bertahan lama dalam hidup sesama
Unconditional election (pemilihan tanpa syarat) adalah sebuah doktrin teologi dalam Calvinisme yang menyatakan bahwa Allah telah memilih orang-orang tertentu untuk diselamatkan [berdasarkan kerelaan kehendak-Nya sendiri, bukan karena jasa, kebaikan, atau iman yang telah ada pada diri manusia.
Penjelasan Doktrin
- Bagian dari TULIP: Istilah ini mewakili huruf U dalam akronim lima pokok ajaran Calvinisme (TULIP) yang lahir dari teologi Reformasi.
- Tanpa Syarat Manusia: Allah tidak memilih seseorang karena Ia melihat di masa depan orang tersebut akan beriman atau berbuat baik. Iman dan kekudusan dipandang sebagai hasil atau tujuan dari pemilihan Allah, bukan dasar atau penyebabnya.
- Kedaulatan Penuh: Keputusan keselamatan ini terjadi sebelum dunia dijadikan dan murni bergantung pada kedaulatan serta kasih karunia Allah semata.
Bacaan Alkitab
1 Tawarikh 22-24
