PENYESATAN AKHIR ZAMAN

³Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” ⁴Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! ⁵Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

²³Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. ²⁴Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. ²⁵Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu. ²⁶Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya. ²⁷Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia. ²⁸Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun.”
(Matius 24)

Tema: PENYESATAN AKHIR ZAMAN yang kita renungkan bersama pada hari ini akan membawa kita pada 2 (dua) hal penting:

Pertama. Bila kita menyimak Alkitab, maka 2 (dua) pasal yakni 24 & 25 lebih mengarahkan pembaca untuk memperhatikan Akhir Zaman. Di samping peringatan untuk waspada & ber-jaga² karena hadirnya kahiru-pikukan kehidupan manusia bahkan sampai memasuki masa² tribulasi, sebenarnya kita juga diingatkan tentang maraknya, viralnya dn massive-nya upaya² penyesatan yang dilakukan. Dan se-akan² intensitasnya terkait erat dengan zaman akhir itu sendiri. Simak Matius 24:

  1. ¹¹Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
  2. ²³Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. ²⁴Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

Seorang penafsir membagikan hal penting yang bisa kita renungkan dan kita terapkan terkait kondisi tersebut – merupakan wujud pengejawantahan iman, misalnya:

  1. Peringatan tentang Penyesatan: Yesus memberikan peringatan keras bahwa masa² sulit akan dibarengi dengan munculnya tokoh² yang mengaku sebagai Mesias atau utusan Tuhan.
  2. Daya Tipu yang Luar Biasa: Para penyesat ini tidak sekadar berbicara kosong, melainkan mampu mengadakan tanda² dan mukjizat besar untuk menarik perhatian serta mengecoh banyak orang. Menyikapi hal ini maka sikap yang paling penting bagi kita adalah:
    1. Tidak mudah goyah oleh sensasi.
    2. Jangan mudah takjub atau mengikuti ajaran, tokoh, atau gerakan rohani yang hanya mengandalkan mukjizat atau sensasi tanpa mendasarkan ajarannya pada Alkitab – lihat kembali ayat 24
    3. Poin b berarti membuat kita harus lebih mengarahkan pada pengajaran yang sehat & benar. Bandingkan 2 Timotius 4:3
  3. Sasaran Penyesatan: Tipu daya ini sangat kuat sehingga dirancang untuk mencoba menyesatkan orang² pilihan (umat percaya – saudara & saya) meskipun umat yang berakar kuat pada firman Tuhan tidak akan berhasil diombang-ambingkan.
  4. Karakter Kedatangan Kristus yang Asli: Di ayat selanjutnya (ayat 27), Yesus menegaskan bahwa kedatangan-Nya kembali kelak tidak bersifat rahasia atau terlokalisasi di tempat tertentu, melainkan nyata dan terlihat oleh semua orang (seperti kilat yang memancar dari timur ke barat).

Kedua, adanya topik² krusial di sekitar akhir zaman yang bisa menjadi “bahan jualan” dari guru² atau nabi² palsu ini. Dan itu sudah dibuktikan oleh sejarah – bahkan mungkin saja ada saja orang² yang tidak menyadari bahwa mereka masih menjalani kehidupan yang disesatkan; sementara sang penyesat menikmati hasil penyesatannya.

Salah satu pintu masuknya adalah karena “rasa penasaran manusia” yang ingin tahu kapan pastinya dan kapan persisnya kedatangan Yesus yang kedua kali tersebut. Bukankah Alkitab telah menyatakan bahwa tidak ada seorangpun yang tahu, malaikat² tidak tahu, bahkan Anak-pun dalam kemanusiaan-Nya menyatakan tidak tahu – hanya Bapa yang tahu. Kedatangan-Nya digambarkan seperti pencuri. Herannya, manusia masih berusaha mencari tahu – karena rasa ingin tahu-nya, dan mereka mendapatkan informasi sesatnya dari para penyesat. Ada beberapa informasi yang bisa temukan tentang Sekte² Kiamat dengan cara Googling. Sekte jenis ini biasanya dipimpin oleh seorang pemimpin karismatik yang mengaku tahu tanggal pasti kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali atau hari kiamat. Doktrin utama yang mereka gunakan untuk mengumpulkan harta adalah: “Karena dunia akan segera kiamat, harta bumi tidak ada gunanya lagi. Serahkan semuanya kepada gereja/pemimpin demi keselamatan.” Misalnya:

  • Gerakan Pemulihan Sepuluh Perintah Allah (Movement for the Restoration of the Ten Commandments of God) – Uganda. Modus Pengumpulan Harta: Sekte yang pecah dari Gereja Katolik ini meramalkan kiamat akan terjadi pada 31 Desember 1999, lalu diubah ke tahun 2000. Sang pemimpin memerintahkan pengikutnya untuk menjual seluruh harta benda mereka dan menyerahkan uangnya kepada sekte. Ketika ramalan kiamat itu gagal, para pengikut mulai meminta uang mereka kembali, yang akhirnya berujung pada pembunuhan massal tragis terhadap lebih dari 700 pengikut oleh para pemimpinnya.
  • Sekte David Koresh (Branch Davidians) – Waco, AS. Modus Pengumpulan Harta: David Koresh mengklaim dirinya sebagai Mesias dan menyatakan akhir zaman sudah tiba. Dia meyakinkan pengikutnya untuk menyerahkan seluruh aset materi, rumah, dan tabungan mereka demi membangun persenjataan dan bunker untuk menghadapi “perang akhir zaman.”
  • Universal Church of the Kingdom of God (UCKG) / Kelompok Apokaliptik Ekstrim. Meskipun UCKG adalah organisasi besar, para kritikus sering menyoroti khotbah-khotbahnya yang ekstrem. Mereka kerap mengeksploitasi ketakutan akan neraka dan akhir zaman, lalu menuntut pengikutnya melakukan “Fretas”—yaitu menyerahkan seluruh tabungan, mobil, atau properti mereka ke altar sebagai bukti iman agar diselamatkan atau diberkati menjelang hari akhir.

Di akhir perenungan ini, mari kita mengarahkan hati dan pikiran kita kepada pengajaran yang sehat dan benar yang menjunjung tinggi otoritas Alkitab yang adalah Firman Tuhan.

DOA: Sebagaimana tertulis apa yang Engkau Yesus sudah ingatkan bahwa adanya upaya² yang massive untuk menyesatkan orang² percaya – itu membuat setiap kami jadi takut dan gentar. Tolong kami ya TUHAN dan biarlah kami diberikan kesetiaan kepada kebenaran Firman-Mu. Amin. -HP

Bacaan Alkitab
Mazmur 108-110