REFORMASI GEREJA, REFORMASI IMAN

Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”
(Roma 1:17
)

Pada 31 Oktober 1517, Martin Luther memakukan 95 dalil di pintu gereja Wittenberg—sebuah tindakan yang memicu Reformasi, salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah gereja. Namun Reformasi bukan sekadar peristiwa sejarah yang kita peringati setiap tahun. Reformasi adalah panggilan abadi bagi setiap orang percaya untuk terus memperbaharui dan mengkalibrasi iman. Kata reformare berarti ‘membentuk kembali’. Iman kita, seperti jam yang berjalan, perlu dikalibrasi secara berkala. Jika tidak, ia akan melenceng—perlahan tapi pasti. Dunia terus menekan kita untuk menggeser iman kita. Entah menjadi sekadar pengetahuan akademis yang kering—notitia tanpa fiducia. Entah menjadi emosi yang dangkal—ascensus tanpa notitia. Entah menjadi kepercayaan tanpa komitmen—fiducia tanpa ketaatan. Karena itu, kita perlu terus kembali kepada notitia, ascensus, dan fiducia sebagai satu kesatuan yang utuh. Reformasi sejati adalah reformasi yang terjadi di dalam hati setiap orang percaya—bukan sekali seumur hidup, tetapi setiap hari. Reformasi mengingatkan kita pada tiga prinsip agung: Sola Scriptura (hanya Alkitab)—kembali kepada firman sebagai otoritas tertinggi, bukan pada tradisi atau pendapat manusia. Sola Gratia (hanya kasih karunia)—kembali kepada kebenaran bahwa keselamatan adalah anugerah, bukan upah. Sola Fide (hanya iman)—kembali kepada kebenaran bahwa kita dibenarkan oleh iman, bukan oleh perbuatan. Iman yang benar bukanlah hasil usaha kita, melainkan anugerah Allah yang bekerja melalui firman-Nya. Namun iman itu harus nyata—mengenal, mengakui, dan mempercayakan diri sepenuhnya kepada Kristus. Hari ini, mari kita bertanya dengan jujur: Apakah imanku perlu direformasi? Adakah area di mana aku telah menyimpang dari kebenaran? Adakah area di mana aku menjadi malas bertumbuh? Adakah area di mana aku telah menaruh kepercayaan pada sesuatu selain Kristus? Tuhan memanggil kita untuk terus diperbaharui—dari kemuliaan kepada kemuliaan, sampai kita berjumpa dengan-Nya muka dengan muka. Reformasi belum selesai. Reformasi terus berlangsung di dalam hati setiap orang yang mengasihi Tuhan. Ecclesia reformata, semper reformanda—gereja yang telah direformasi, selalu perlu direformasi. Dan itu dimulai dari kita masing-masing. -Dan

Bacaan Alkitab
2 Tawarikh 1, Mazmur 72