MENGALIR SAJA!

Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.   (Yakobus 4:13-14)

Mungkin  satu dasawarsa atau lebih kita mendengar – bahkan mungkin mengucapkan – perkataan Mengalir Saja. Sebuah konsep atau filosofi yang konon mengedepankan sebuah fleksibilitas dan kemampuan adaptif yang baik. Filosofi serupa juga muncul dalam perkataan Apa Kata Nanti! (Opo Jarè Êngko – Jawa). Konon pula, filosofi ini lebih membuahkan “kebahagiaan” karena memiliki unsur kepasrahan dan penerimaan terhadap berbagai keadaan & perubahan. Bahkan dengan itu semua, lebih mereduksi manusia terhadap berbagai tekanan – termasuk pengharapan terhadap sebuah pencapaian.

Seharusnya kita menyadari bahwa  konsep Mengalir Saja yang Berlebihan akan membawa dampak yang kurang baik, antara lain:

  • Kehilangan Arah: Tanpa tujuan atau rencana yang jelas, konsep ini bisa membuat seseorang tersesat, terjebak dalam rutinitas, dan tidak mencapai perkembangan berarti. Ya karena semua akan diakhiri oleh Apa Kata Nanti. Bukan karena apa yang direncanakan & disasar.
  • Pasifisme Berlebihan: Seseorang bisa menjadi terlalu santai, mengabaikan tanggung jawab atau peluang penting, dan akhirnya membuat hidup stagnan.
  • Mengabaikan Inisiatif: Hidup mengalir bukan berarti berhenti berusaha atau mengambil inisiatif, melainkan mengarahkan usaha dengan lebih bijak agar tidak sia-sia.

Ada yang mengatakan bahwa pada zaman ini Inisiatif menjadi sikap yang langka & “mahal”, dan kecenderungan untuk pasif dalam menyikapi sesuatu. Jangan² hal ini sangat dikontribusi oleh filosofi Mengalir Saja.

Berkenaan dengan apa yang kita bahas & renungkan selama bulan September ini yang mengangkat tema/isu A Barrier of Mobilization atau Halangan/Rintangan Mobilisasi, maka keengganan untuk berencana dalam kehidupan menjadi salah satu penghambat mobilisasi karena ya mengalir saja-lah.

Kiranya TUHAN berbelas kasihan & memberkati kita sekalian. (JP)

Bacaan Alkitab
Mazmur 115-118