TETAP KERJAKAN & BUKTIKAN

Pada kali yang kelima seorang anak buah Sanbalat datang dan memberikan surat terbuka yang isinya demikian: “Gesyem membenarkan adanya desas-desus di kalangan bangsa-bangsa di sekitar sini, yang mengatakan bahwa Saudara dan semua orang Yahudi merencanakan pemberontakan, dan itu sebabnya Saudara memperbaiki tembok kota. Ia mengatakan juga bahwa Saudara hendak mengangkat diri menjadi raja Yehuda, dan telah menunjuk beberapa nabi untuk menobatkan Saudara di Yerusalem. Desas-desus itu pasti akan sampai kepada raja. Sebab itu, datanglah untuk merundingkan hal itu.” Tetapi aku mengirimkan jawaban ini, “Semua yang Saudara katakan itu omong kosong dan isapan jempol Saudara sendiri.” Mereka mencoba menakut-nakuti kami supaya kami menghentikan pekerjaan itu. Aku berdoa, “Ya Allah, kuatkanlah aku!” 
Perbaikan tembok itu makan waktu 52 hari, dan selesai pada tanggal dua puluh lima bulan Elul. Ketika musuh-musuh kami di antara bangsa-bangsa di sekitar situ mendengar hal itu, mereka takut kehilangan muka, sebab semua orang tahu bahwa pekerjaan itu dilakukan dengan pertolongan Allah.

(Nehemia 6:5-9, 15-16 | BIMK)

Tema yang diangkat di September ini adalah perihal mobilisasi. Mobilisasi adalah tindakan untuk mengerahkan dan menggunakan segala sumber daya, baik manusia, materi, maupun sarana prasarana, untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks gereja, mobilisasi berarti menggerakkan setiap jemaat/ orang² percaya dan segala sesuatu yang dipercayakan TUHAN untuk mengerjakan Agenda-Nya.

Mungkin kita menganggap hal tersebut terlalu sekuler, dan menganggap hal² tertentu dalam kehidupan bergereja & berjemaat seharusnya dikerjakan oleh orang² tertentu, dalam kapasitas & posisi² tertentu. Pemahaman  ini harus dikoreksi karena kita sedang berbicara dalam konteks gereja sebagai persekutuan orang² percaya yang dipanggil untuk melaksanakan agenda-Nya. Sangat jelas, Alkitab telah memaparkan bahwa setiap orang Kudus harus melakukan fungsi & panggilannya untuk membangun tubuh Kristus

Permasalahannya, apakah “skenario Allah” ini berjalan lancar? Mungkin kita akan menemukan hambatan²-nya, entah itu bersifat personal, komunal, spiritual, konseptual, konsekuensial, effectual dan al² lainnya lagi. Yang pada prinsipnya kita harus berani katakan: “Kendala/ tantangan selalu hadir.”

Bacaan kita hari ini menjadi sebuah contoh konkret bahwa tantangan itu selalu ada, bahkan muncul secara sistematis yang melibatkan banyak pihak yang berkepentingan. Memang dalam bacaan di atas hanya mengangkat isi surat Sanbalat kepada Nehemia, namun bila kita membaca kisah seutuhnya (1-14) maka akan mendapati upaya untuk menghentikan pekerjaan Allah itu.

Apa yang seharusnya kita lakukan dalam kondisi seperti ini? Seperti hal-nya Nehemia, Lanjutkan! atau Tetap Kerjakan. Dan akhirnya kita tetap melakukan dan berhasil menyelesaikan apa yang dipercayakan TUHAN,  dengan sebuah pengakuan: “pekerjaan itu dilakukan dengan pertolongan TUHAN”. (JP) 

Bacaan Alkitab
Mazmur 129-130