SESUAI RENCANA-NYA BUKAN
BERDASARKAN RENCANA KITA
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
(Roma 8:28)
Kita mengenal sifat Allah yang immutable (tidak berubah) dan suverain/sovereign (berdaulat penuh). Thomas Aquinas, menekankan: Allah tidak berubah oleh apa pun yang terjadi di ciptaan, dan tidak dipengaruhi oleh peristiwa atau tindakan manusia. Namun hal diatas acapkali kita lupa bahkan kita ingatpun rasanya sulit untuk menerimanya karena tekanan yang kita alami, misalnya dengan adanya pergumulan yang begitu berat, dimana rencana tidak sesuai harapan. Alhasil kita kadang ingin Tuhan bekerja sekarang juga dan dengan cara kita. Tanpa menyadari bahwa kita ini ciptaan. Nah kekeliruan terus berlanjut dimana kita merasa Tuhan sedang bekerja kalau kita diberkati: saat sehat, saat usaha maju, saat doa dijawab dengan cepat. Kalau itu tidak kita alami maka kita pastikan Allah tidak sedang bekerja, Allah tidak peduli.
Paulus mengatakan bahwa Allah turut bekerja menunjukan bahwa Allah tidak pasif. Paulus melanjutkan dalam segala sesuatu. Kata ini menyeluruh: suka dan duka, kaya dan miskin, sakit dan sehat, sukses dan gagal, tawa dan tangis, dll. Yang mau menunjukkan bahwa dalam situasi apapun, Tuhan bisa gunakan itu untuk menyatakan karya-Nya. Tuhan bisa memakai kesalahan masa lalu, luka batin, bahkan musuh kita untuk mendatangkan sesuatu yang baik menurut rencana-Nya.
Jadi kita melihat bagaimana Allah bekerja berdasarkan waktu dan rencana-Nya yang sempurna. Artinya, Allah tetap sumber aktif dan penyebab pertama, tapi ciptaan-Nya tidak bisa mengubah rencana-Nya karena Allah tidak tergantung atau dipaksa oleh sesuatu di luar diri-Nya. Perhatikan bahwa untuk mendatangkan kebaikan: Kebaikan di sini bukan soal kenyamanan hidup, tapi keserupaan dengan Kristus (Roma 8:29). Tujuannya bukan membuat kita nyaman, tapi membentuk kita menjadi serupa dengan Anak-Nya itu adalah kebaikan tertinggi bagi orang percaya. Terpanggil sesuai dengan rencana-Nya ini adalah pengingat bahwa kita bukan pusat cerita; Tuhanlah pusatnya. Kita bagian dari rencana besar Allah, dan dalam rencana itu, segala sesuatu bahkan penderitaan punya tempatnya. Artinya, selama kita tetap mengasihi Tuhan sekalipun tidak mengerti jalan-Nya Dia tetap setia bekerja. Ingat Tuhan tidak pernah buang waktu. Dia lagi nyusun cerita yang jauh lebih keren dari rencanamu sendiri.
Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk percaya pada rencana-Mu, bukan rencana kami. Ketika jalan kami tak sesuai harapan, kuatkan kami untuk tetap taat. Sebab kami yakin, rancangan-Mu selalu yang terbaik bagi hidup kami. Amen
Bacaan Alkitab
Amsal 11-12
