ALLAH SUMBER KELEGAAN SEJATI (BAGIAN 1)

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”
(Matius 11:28-30)

Dunia menggambarkan kelegaan sebagai sebuah kebahagiaan atau sukacita. Orang akan mengalami kelegaan setelah berhasil melewati sebuah pergumulan hidup yang melelahkan, karena sering kali masalah hidup membuat orang merasa letih, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara hati dan pikiran. Pergumulan hidup seperti beban pekerjaan, kekecewaan, bahkan luka batin bisa membuat kita merasa lemah dan tidak semangat. Kelegaan tidak dapat diukur oleh kepemilikan sebuah materi atau harta kekayaan duniawi, tetapi kepemilikan kepada siapa kita percaya. Banyak orang mencari kebahagiaan melalui harta, jabatan, atau kesenangan duniawi, tetapi hal itu sering kali hanya sementara dan akhirnya tidak memuaskan, hal ini membuat orang merasa letih, lesu dan berbeban berat.

Bacaan Firman hari ini, Yesus mengundang setiap orang yang merasa lelah dan terbebani untuk datang kepada-Nya. Dia adalah sumber kelegaan dan ketenangan sejati. Ketika kita berserah kepada-Nya, kita akan merasakan damai yang melampaui segala akal. Yesus tidak ingin kita memikul beban hidup ini sendirian. Dia ingin kita belajar dari-Nya, bersandar kepada-Nya, dan menyerahkan segala kekhawatiran kepada-Nya. Dengan demikian, kita akan menemukan kelegaan dan kekuatan baru dalam kehidupan kita.

Kelegaan sejati bukan datang dari harta dunia, popularitas, atau usaha sendiri, tetapi dari penyerahan diri untuk datang ke hadirat Tuhan. Hanya Yesus sumber kelegaan sejati, karena Dia adalah sumber kekuatan dan pertolongan yang dapat menyelesaikan setiap masalah kehidupan umat manusia. Ketika kita menyerahkan diri sepunuhnya datang kepada-Nya, percaya dan belajar kepada Yesus, Dia akan menolong kita mengatasi segala masalah hidup yang sedang kita alami. Amin. (as)

Bacaan Alkitab
Pengkhotbah 10-12