YESUS PENOLONG YANG SETIA
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu“.
(Matius 11:28)
Ditolong untuk menjadi penolong. Berdasarkan sensus 2020, 16,47% dari 270,2 juta penduduk Indonesia adalah remaja. Meskipun masa remaja telah diidentifikasi sebagai periode perkembangan yang kritis, masih terdapat kesenjangan besar dalam data prevalensi gangguan mental di Indonesia. Indonesia – Survei Kesehatan Mental Remaja Nasional (I-NAMHS) adalah survei kesehatan mental remaja representatif nasional pertama yang dilakukan di Indonesia. Berdasarkan Jurnal of Adolescent Health, volume 72 dituliskan;
“Hasilnya, ada 5.760 rumah tangga yang berpartisipasi dalam I-NAMHS (tingkat respons sebesar 92,2% setelah mengecualikan rumah tangga yang tidak memenuhi syarat). Rata-rata usia remaja adalah 13,5 tahun dan 96,4% bersekolah. Satu dari tiga (34,9%) remaja menunjukkan gejala gangguan mental dalam 12 bulan terakhir tetapi tidak memerlukan diagnosis gangguan mental, sementara 5,5% memiliki gangguan mental dalam 12 bulan terakhir. Gangguan kecemasan adalah gangguan mental yang paling umum dialami oleh remaja (3,7%), diikuti oleh gangguan depresi mayor, gangguan perilaku, dan PTSD & ADHD masing-masing sebesar 1,0%, 0,9%, dan 0,5%. Sekitar 1% remaja memiliki dua atau lebih gangguan mental dalam 12 bulan terakhir”
Dengan mencermati hasil survey di atas, panggilan gereja atau orang percaya adalah dapat menjadi penolong bagi mereka yang mengalami masalah ini. Bukankah Kristus dengan kasih mengundang setiap orang yang lelah dan berbeban berat? Memanggil mereka yang lemah dan tak berdaya serta mengalami kekecewaan yang berat? Kristus adalah jawaban atas persoalan mendasar manusia, yaitu dosa.
Kita dapat memulai dari hal yang mendasar. Jemaat Tuhan harus membangun dasar iman kepada Kristus yang kuat dan kokoh agar dapat diajarkan kepada anak-anak mereka. Keluarga-keluarga Kristen harus memiliki pola hidup Kristiani yang sehat, yang sesuai Firman Tuhan. Orang-orang percaya dapat menjadi berkat tatkala menghadirkan kasih Kristus, dimanapun ia berada. Kita dapat memperkenalkan Kristus kepada mereka yang kehilangan arah akan makna dan tujuan hidup. Kita dapat menjadi pipa-pipa penyalur kasih-Nya. Bukankah kita sudah diberkati dan dipanggil untuk menjadi berkat? Save our generation!
Doa: Tuhan Yesus, jadikan kami saluran berkat bagi generasi ini agar mereka dapat mengenal-Mu, amin. (gian)
Bacaan Alkitab
Yesaya 39-40
