NATAL & BERITA NATAL-NYA
Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
(Matius 2:10-11)
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” . . . Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
(Lukas 2:11-16)
Sekarang sudah bulan Desember. Di beberapa negara, kota & tempat sudah mulai muncul hiasan²/ pajangan² Natal. Natal menjadi sebuah momen yang universal – dirayakan di mana², yang kemeriahannya bukan saja muncul di rumah tangga dan gereja, tetapi juga bermunculan di kantor², di taman² kota, di pertokoan, di mall dan banyak tempat. Hiasan/ pajangan itu sangat² beragam.
Berdasarkan 2 (dua) bacaan di atas, mungkin kita bisa membayangkan hiasan/ dekorasi Natal yang mungkin pernah kita lihat/ kita kerjakan di rumah atau di gereja. Beberapa unsur penting, karakter² dan tokoh² yang dimunculkan itu seakan hukumnya wajib untuk di pasang. Misalnya:
- Bayi Yesus yang terbaring di Palungan
- Yusuf & Maria sebagai orangtua yang berbahagia.
- Para Majus yang datang dengan 3 (tiga) persembahan untuk sujud menyembah.
- Para gembala dengan wajah yang penuh sukacita.
- Tidak jarang kita hadirkan juga domba² – bahkan keledai.
- Settingan tempat yang menggambarkan kandang tempat Yesus dilahirkan
- Dan lain²
Mungkin di satu sisi, sebagai orang² percaya muncul sebuah keprihatinan dalam hati kita karena ada pergeseran² terkait Natal. Tokoh utamanya bukan lagi Bayi Yesus – melainkan Sinterklas; topiknya bukan lagi penyembahan & kemuliaan – melainkan soal hadiah; namun di sisi lain Natal adalah Natal, di mana kesempatan untuk “Go Tell It” itu selalu ada dan bisa dihadirkan. Entah itu melalui simbol², lagu² yang dikumandangkan, layanan² yang bisa diberikan, perkataan² yang bisa disampaikan yang meneduhkan dan membawa damai sukacita, bahkan ayat²/ tulisan² yang bisa diselipkan atau dipampang sebagai gift atau bagian dari Christmas Gift sendiri. Intinya, di balik agenda Natal yang dirayakan dunia, berita Natal yang sesungguhnya bisa/ harus menjadi berita yang tersampaikan.
Bagi setiap kita yang berkecimpung dalam dunia bisnis, bagi kita yang berelasi dengan banyak orang dan banyak pihak, bagi kita yang memiliki (sekian banyak) gerai toko/ usaha, bagi kita yang memberikan layanan sosial dan berjumpa dengan banyak pribadi – semuanya memiliki kesempatan yang sama dan kesempatan yang sangat baik untuk menyampaikan berita Natal yang sesungguhnya kepada mereka/ pihak lain – tentu saja dengan kemasan yang “dibungkus” dengan penuh hikmat agar dapat terdeliveri dengan baik dan diterima dengan baik pula.
Selamat Mencoba, TUHAN Yesus memberkati Natal kita. (hp)
Bacaan Alkitab
Yeremia 1-2
