GO! TELL IT FROM “YOUR MOUNTAIN”

Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.  Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”
(Roma 10:13-15)

Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”
(Yesaya 6:8)

Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu Raja!”
(Yesaya 52:7)

Bicara tentang Natal bagi sebagian orang seharusnya bicara tentang kasih Allah yang dinyatakan dalam kelahiran Yesus Kristus Sang Putra & Sang Juruselamat itu, sehingga bila diekspresikan dengan penuh syukur & sukacita maka hal itu wajar & seharusnya. Itu betul sekali.

Namun hari ini saya ingin mengajak kita semua bicara Natal berarti bicara soal Misi – dalam pendekatan secara misiologis. Seharusnya setiap orang percaya berpikir itu. Bukankah Natal merupakan salah satu wujud Misi Allah yang begitu mengasihi dunia yang berdosa dengan cara menjadi sama & serupa dengan manusia dan menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan (Filipi 2:5-7). Firman itu telah menjadi manusia (Yohanes 1:14).

Natal dalam pendekatan misiologis tidak berhenti hanya di tahap Allah menjadi manusia, tinggal di antara kita melalui kelahiran Yesus Kristus yang kita rayakan saja; seharusnya secara misiologis sangat mempengaruhi kita untuk TELL IT ON THE MOUNTAIN dan TELL IT FROM “YOUR MOUNTAIN”. Apakah hal itu dimungkinkan, seharusnya sangat mungkin, namun kemungkinan itu akan mungkin dilakukan bila:

  • Anda telah mengalami Natal yang Sejati. Yesus lahir di dalam palungan hatimu. Anda telah menerima Dia sebagai Sang Juruselamat pribadimu. Tanpa Natal personal ini, anda tidak akan pernah bisa memaknai Natal yang dirayakan itu. Pertanyaannya, apakah anda sudah mengalami Natal yang sejati itu?
  • Kesediaan anda memegang peranan penting, khususnya untuk menjawab pertanyaan: “Siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Poin pertama di atas itulah yang menjadi modal penting agar kita bersedia untuk GO Tell It dan diutus oleh-Nya.
  • Anda tidak usah terlalu pusing dan bingung di mana anda akan memulai menyatakan kasih Allah ini, mulailah dari YOUR MOUNTAIN – dari wilayah/ daerah kekuasaan anda, di mana anda menguasainya, sesuai keleluasaan kita, kepada orang² di wilayah kehidupan kita. Permasalahannya, bersediakan anda?
  • Hal penting yang anda harus tahu, tidak akan terjadi keselamatan bila mereka tidak pernah mendengar bahwa keselamatan itu ada. Simak baik² bacaan di atas, khususnya Roma 10:13-15. Sekali lagi, bersediakan anda?
  • Anda akan disebut sebagai pembawa berita/kabar baik, dan betapa indahnya kedatangan anda pembawa kabar baik itu.

DOA: TUHAN acapkali kami menikmati Natal sebagai momen yang penuh sukacita, penuh syukur dan sekali lagi merasakan layanan damai sejahtera-Mu. Natal juga momen yang juga berkosekuensi melelahkan fisik kami dengan padatnya kegiatan, Natal juga berkosekuensi menggunakan biaya dan dana yang tidak sedikit untuk menyokong segala hal yang dilakukan. Tapi hari ini kami mau belajar dan bersedia karena Natal menjadi sebuah kesempatan bagi kami untuk mewartakan keselamatan melalui dan di dalam kelahiran-Mu, Sang Juruselamat dunia. Amin. (hp)

Bacaan Alkitab
Yeremia 3-5