GO TELL IT ON THE MOUNTAIN
BEHIND THE SCENE
Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
(Lukas 2:9-14)
Di akhir perenungan kita di minggu ini – sekaligus di akhir pekan ini – nggak ada salahnya kalau perhatian kita kembali pada lagu Go Tell it on the Mountain lagi. Tapi kali ini saya ingin mengajak kita sekalian untuk mengetahui secuplik kisah di balik lagu ini. Kalau kita membaca nats bacaan hari ini – tentu kisah itulah yang melatarbelakangi yang dituangkan dalam lagu ini. Namun yang ingin kita lihat bersama adalah kisah bagaimana lagu ini menjadi ada. Mari kita lihat tulisan Kelly Goshorn, seorang penulis Kristen yang sangat cinta TUHAN, demikian: “Go Tell It on the Mountain” adalah salah satu lagu rohani Negro yang paling terkenal dan dicintai, dan merupakan salah satu dari sekian banyak kontribusi yang diberikan oleh para budak terhadap musik Amerika. Lagu² ini mencerminkan semangat untuk hidup dan menjalani hidup, terlepas dari penderitaan, penghinaan, dan kekejaman perbudakan yang tak terbayangkan.
Karena sebagian besar budak tidak berpendidikan, lagu² ini diwariskan melalui tradisi lisan yang kaya dan dinamis, dan akhirnya ditangkap dan ditulis oleh satu keluarga Amerika yang istimewa. Tak lama setelah Perang Sipil, John Wesley Work, seorang direktur paduan suara kulit hitam di Nashville, Tennessee, memulai misi untuk menuliskan melodi dan lirik lagu² terkenal ini. Ia sering kali menempuh perjalanan ratusan mil untuk mencari mantan budak yang telah menyanyikan lagu ini dan lagu² lainnya saat mereka bekerja. Kecintaan Work terhadap musik dan sejarah lagu² perkebunan ini diwariskan kepada putranya, John Wesley Work II, yang istrinya adalah guru musik di Universitas Fisk di dekatnya, salah satu universitas pertama untuk orang kulit hitam di selatan. Dimulai pada tahun 1871, Fisk Jubilee Singers melakukan tur untuk memperkenalkan genre spiritual Negro kepada dunia sambil menggalang dana untuk mempertahankan sekolah mereka. Tak lama kemudian, repertoar spiritual mereka yang membangkitkan semangat tidak hanya menyelamatkan universitas mereka tetapi juga membuat mereka mendapatkan pengakuan dunia, termasuk audiensi penting bersama Presiden Chester Arthur dan Ratu Victoria. Selama Depresi Besar, John Work III juga merangkul hasrat keluarganya untuk melestarikan lagu² rohani Negro kuno dan menaruh minat khusus pada “Go Tell It on the Mountain.” Melalui wawancara dan penelitiannya sendiri, ia mengubah aransemennya dan menambahkan satu bait. Pada tahun 1940, ia menerbitkan aransemennya dalam bukunya American Negro Songs and Spirituals dan menjadi versi yang kita kenal sekarang.
When I was a seeker,
I sought both night and day,
I asked the Lord to help me,
and he showed me the way.(Chorus)
Terjemahan bebasnya kurang lebih demikian:
Ketika aku masih seorang pencari,
aku mencari siang dan malam,
aku memohon kepada Tuhan untuk menolongku,
dan Dia menunjukkan jalan kepadaku.
Meskipun pencipta lagu² spiritual seperti “Go Tell It on the Mountain” akan selamanya tetap anonim, keluarga Work dan Fisk University Jubilee Singers telah memainkan peran penting dalam melestarikan dan mempopulerkan genre musik unik Amerika ini.
DOA: TUHAN hati kami penuh dengan ucapan syukur karena Engkau menghangatkan hati & jiwa kami dengan Firman & Kasih-Mu, bahkan dengan bungkus puji²-an yang membuat hati & mulut bernyanyi. Terima kasih karena Engkau memakai para penggubah, bahkan komunitas orang² percaya untuk puji²-an yang indah itu. Nama-Mu ditinggikan, diagungkan & dimuliakan. Amin. (hp)
Bacaan Alkitab
Yeremia 6-7
