KASIH YANG MENGGERAKKAN (1):
BUKTI PENGENALAN AKAN ALLAH
Saudara-saudara yang terkasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah. Setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Siapa yang tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
(1 Yohanes 4:7-8)
Kalau kita perhatikan puisi kemarin, di kalimat terakhirnya ada sebuah pertanyaan, “tetapi dengan tanda kudus apa (kita menyembah Allah)?” Mari kita lihat jawabannya dari Rasul Yohanes.
Pada zaman Rasul Yohanes, ajaran Gnostik sangat berkembang. Menurut mereka keselamatan diperoleh dari pengetahuan rahasia, dan Yesus adalah pembawa pengetahuan itu, tetapi bukan Penebus. Ajaran ini juga memandang bahwa tubuh itu jahat dan penjara jiwa, sehingga dunia materi (yang terlihat) dipandang lebih derajatnya.
Rasul Yohanes justru mau menunjukkan bahwa seseorang yang mengenal Allah dan lahir dari Allah justru akan menunjukkan buktinya melalui kehidupan saling mengasihi. Itu adalah bukti yang terlihat dan sangat praktikal. Ia menasihatkan jemaatnya dan kita yang membaca suratnya untuk saling mengasihi. Inilah bukti dari identitas anak Allah yang lahir dari Allah dan mengenal Allah.
Yang perlu menjadi perhatian kita adalah kalimat ini tidak hendak mengatakan bahwa kita harus hidup saling mengasihi dulu, baru kita disebut sebagai orang yang lahir dari Allah dan mengenal Allah.
Sebaliknya, karena Allah adalah kasih, maka sudah sewajarnya setiap anak Allah yang telah mengalami kelahiran kembali di dalam Allah dan mengenal Allah, juga hidup dalam natur yang sama dengan Sang Bapa. Dalam peristiwa Natal, Allah yang adalah kasih telah membuktikan kasih-Nya di dalam dunia materi, yaitu melalui kedatangan Tuhan Yesus yang menjadi daging. Maka, pengenalan akan Allah bukanlah sesuatu yang di awang-awang, tetapi sesuatu yang nyata melalui kehidupan yang saling mengasihi.
Terinspirasi dari 1 Yohanes 4, Christina Rosetti menjawab pertanyaan di kalimat terakhor bait kedua puisinya. Kiranya ini menjadi doa dan komitmen kita di hadapan Tuhan. -VA
Love shall be our token;
Kasih akan menjadi lambang kita;
love be yours and love be mine;
kasih milikmu dan kasih milikku;
love to God and others,
kasih kepada Allah dan sesama,
love for plea and gift and sign.
kasih sebagai permohonan, anugerah, dan tanda.
Bacaan Alkitab
Yeremia 18-19
