BINGUNG KUDUS
Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus — itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman, sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.
(Filipi 1:21-26)
Bolehlah secara ringan dan sederhana saya menyebutkan ungkapan/tulisan Paulus kepada jemaat Filipi ini sebagai Bingung Kudus. Bingung karena Paulus tidak tahu harus memilih yang mana dari 2 (dua) hal yang dihadapinya ini, Mati atau Hidup? Keduanya memberikan alasan yang harus dipertimbangkan, tulisnya:
- Mati adalah Keuntungan → Diam bersama Kristus itu Lebih Baik (ayat 23)
- Hidup berarti Memberi Buah (Melayani) → Bersama Kamu (Jemaat Filipi), dan itu Lebih Perlu (ayat 24)
Diperhadapkan pada 2 (dua) pilihan ini jawaban Paulus sangat jelas: Aku Tidak Tahu (ayat 22). Dari jawaban ini maka secara sederhana saya simpulkan bahwa Paulus mengalami Kebingungan.
Kudus, karena sesungguhnya apa yang dikerjakan oleh Paulus selalu memiliki alasan yang sekaligus jawaban karena melalui Hidup & Mati-nya muaranya tetap satu, yakni Kristus Dimuliakan di dalam tubuh Paulus (ayat 20). Sekali lagi, untuk Kristus & selalu berorientasi untuk Kristus. Bahkan kalau boleh dikatakan: “Sangking jatuh cintanya Paulus kepada Kristus”, sampai² Paulus memiliki Obsesi Kudus pula yang diungkapkan dalam Filipi 3:10 – Yang kukehendaki ialah mengenal DIA . . . .
Saya ingin menempatkan Bingung Kudus & Obsesi Kudus Paulus ini tidak se-mata² hanya terkait dengan input bagaimana Paulus hidup di dalam Kristus; tetapi juga sangat kental dengan output hidupnya untuk selalu melayani Kristus dan melayani orang lain agar mengenal Kristus. Itulah ALASAN Paulus.
Baik juga kalau kita telisik lebih jauh untuk menemukan alasan mengapa Paulus sampai sedemikian jauh menyikapinya. Mari kita bandingkan dengan ungkapan² Paulus dalam tulisannya di surat² yang lain di beberapa hari ke depan. TUHAN memberkati kita sekalian. (jp)
Bacaan Alkitab
Yehezkiel 41-42
