DIPANGGIL MENJADI SATU TUBUH
Sebab, sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan semua anggota tubuh itu… telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
(1 Korintus 12: 12-13)
Suatu hari saya dan keluarga pergi berbelanja ke sebuah swalayan. Setelah memilih beberapa kebutuhan yang kami butuhkan, kami pun pergi ke kasir untuk melakukan pembayaran. Ketika sampai di kasir, petugas kasir bertanya kepada saya, “Apakah Bapak punya member?” Lalu saya bertanya, “Kira2 apa manfaat keanggotaan ini?” Dan petugas kasir pun menjelaskan hal tersebut. Setelah mendengarkan penjelasan tersebut dan menimbang hal yang bisa “didapatkan” maka akhirnya kamipun mendaftar sebagai member.
Ayat yang kita baca di atas adalah ayat yang memberikan penghiburan bagi setiap kita bahwa kita semua yang berasal dari latar belakang yang berbeda (Yahudi maupun Yunani, budak maupun orang merdeka) telah disatukan di dalam tubuh Kristus. Bagian ini menuliskan bahwa kita semua yang disatukan di dalam satu tubuh ini telah dibaptis menjadi satu tubuh dan diberi minum dari satu Roh. Kata “dibaptis” dan “diberi minum” menggunakan grammar yang memiliki arti: (1) tindakan yang sudah selesai dilakukan; (2) menunjukkan bahwa subjek yang menerima berada di posisi pasif; (3) hal ini dilakukan oleh Allah kepada subjek tersebut. yang menerima baptisan dan minuman. Ini artinya adalah bahwa yang keanggotaan kita di dalam tubuh Kristus adalah inisiatif yang berasal dari Allah bukan dari kita.
Seperti yang dahulu dikatakan, “bukan umat-Ku”, kini kita disebut umat-Nya—sebuah janji pemulihan yang sudah dinubuatkan dalam Kitab Hosea dan digenapi di dalam Kristus. Dari luar menjadi keluarga. Dari terpisah menjadi satu tubuh. Karena itu, iman Kristen tidak pernah bersifat individualistis. Tidak ada anggota tubuh yang hidup sendiri. Tangan membutuhkan kaki, mata membutuhkan telinga. Demikian juga kita saling membutuhkan.Maka pertanyaannya bukan lagi: “Apa yang gereja berikan kepadaku?” melainkan: “Di mana Tuhan mau aku berfungsi dalam tubuh-Nya?”
Hari ini mari kita merespons panggilan itu dengan hati yang terbuka: untuk setia bersekutu, siap dibentuk, dan bersedia melayani. Sebab ketika setiap anggota mengambil bagiannya, tubuh Kristus bertumbuh sehat, kuat, dan menjadi berkat bagi dunia.
Kita dipanggil bukan hanya untuk percaya tetapi untuk menjadi bagian. Bukan hanya hadir tetapi berfungsi. Bukan hanya menerima tetapi melayani.
Mari hidup sebagai satu tubuh, di dalam satu Roh, bagi kemuliaan Tuhan. (Jho)
