PEGANG APA YANG ADA PADAMU!

Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu.
(Wahyu 3:11)

Di sebuah desa kecil, ada seorang petani tua bernama Pak Wiryo. Setiap awal musim, ia selalu menanam benih padi di sawahnya dengan penuh kesabaran. Suatu hari, cucunya yang masih kecil bertanya: “Mbah, benih ini kapan jadi padi? Mengapa kita tidak bisa langsung memetiknya besok?” Pak Wiryo tersenyum, lalu mengajak cucunya duduk di pematang sawah. “Nak, setiap benih punya waktunya sendiri. Kalau kita terburu-buru, kita akan kecewa. Lihat sawah ini. Hari ini benih hanya tertutup tanah. Besok mungkin baru tumbuh setitik hijau. Minggu depan baru terlihat batangnya. Butuh berbulan-bulan, baru kita bisa memanen.” Cucunya tampak masih bingung, lalu bertanya lagi, “Kalau hujan tidak turun, bagaimana? Kalau hama datang, bagaimana?” Pak Wiryo menepuk bahu cucunya dengan lembut, “Itulah sebabnya kita harus bertekun dan memegang erat harapan. Kita tetap menyiram ketika hujan terlambat, tetap menjaga ketika hama datang, dan tetap menunggu meskipun hasilnya belum tampak. Karena kita percaya: benih yang ditanam dengan setia tidak akan sia-sia.” Beberapa bulan kemudian, sawah itu berubah menjadi lautan padi yang menguning. Cucunya pun tersenyum lebar. Ia akhirnya mengerti: bahwa masa penantian bukan berarti diam tanpa arti, melainkan waktu untuk bertekun, menjaga, dan tetap percaya pada janji hasil yang akan datang.

Saat ini kita hidup dalam sebuah masa penantian; masa di mana Tuhan telah berjanji bahwa Dia akan segera datang dan membawa kemenangan, namun di masa-masa ini pula kita masih harus berhadapan dengan berbagai penderitaan dan penyesatan. Seruan untuk “memegang apa yang ada pada kita” adalah seruan untuk terus bertekun sampai akhir—memegang teguh iman, pengharapan, pengajaran yang benar, jangan pernah lepaskan! Janji “Aku datang segera” memberikan pengharapan dan kepastian di tengah konteks ketekunan itu. Dan “Mahkota” adalah upah yang Tuhan sediakan bagi mereka yang setia, yang tidak bisa diambil oleh siapa pun. Maka jangan menyerah! Perjuangan iman kita memang tidak akan mudah—penderitaan mungkin selalu menjadi bagian dari kehidupan, kesesatan selalu muncul sebagai ujian iman—namun itu semua bersifat sementara dan akan digantikan oleh kemenangan serta sukacita. Pertahankan iman, pengharapan, pelayanan, ajaran dan kasih kita kepada Tuhan, karena kedatangan-Nya sudah dekat. (dan)

Bacaan Alkitab
Amsal 6-8