BERTOBAT DARI SIKAP SUPERIOR & INFERIOR
… Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kamu pikirkan… Sebab sama seperti pada satu tubuh, kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.
(Roma 12: 3-5)
Roma 12: 1-8 berbicara tentang persembahan yang benar di hadapan Tuhan. Dalam perikop ini kita menemukan adalah perubahan dari personal responsibilty menjadi komunal responsibility di dalam memberikan persembahan yang benar kepada Tuhan. Dalam Roma 12:1–8 terdapat persembahan yang benar yang dinyatakan melalui: (1) personal responsibility hidup kudus & diperbarui; (2) communal responsibility melayani sebagai anggota tubuh Kristus. Sehingga bisa disimpulkan bahwa persembahan sejati bukan hanya diserahkan di altar, tetapi diwujudkan dalam pelayanan kepada tubuh Kristus. Tetapi dalam melayani sebagai anggota tubuh Kristuslah seringkali muncul permasalahan sesama anggota. Kalau kita memperhatikan 2 Kor. 12: 14-24 rasul Paulus menuliskan adanya dosa dalam praktek melayani bersama. Di mana muncul rasa “inferioritas/minder” dan “superior/sombong”. Orang minder berpikir karena “karena aku bukan anggota tubuh yang populer/berguna maka saya tidak termasuk tubuh”. Orang sombong berkata “Aku tidak membutuhkan engkau”. Kesombongan (“aku paling penting”) dan minder (“aku tak berguna”) sama-sama merusak tubuh. Firman Tuhan dalam Roma 12:3–5 mengingatkan kita untuk tidak merasa lebih tinggi ataupun lebih rendah dari yang seharusnya. Sikap superior membuat kita merasa tidak membutuhkan orang lain, sedangkan inferior membuat kita merasa tidak berguna. Keduanya sama-sama merusak tubuh Kristus.
Kita mungkin bukan segalanya, tetapi kita tetap penting. Tuhan menempatkan setiap kita dengan fungsi yang berarti. Karena itu, mari bertobat dari kesombongan dan minder, lalu mempersembahkan diri dengan rendah hati untuk melayani bersama.
Sebab kita dipanggil bukan untuk bersaing, tetapi untuk saling melengkapi sebagai satu tubuh di dalam Kristus.
Refleksi: Manakah yang lebih sering saya rasakan: merasa paling hebat atau merasa tidak layak? (Jho)
Bacaan Alkitab
Matius 2
