MERDEKA DALAM KRISTUS:
TANPA TOPENG, HIDUP DALAM INTEGRITAS
“Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui.”
(Amsal 10:9)
Dunia akhir-akhir ini banyak sekali menuntut manusia untuk memaksakan dan menuntut sempurna, sehingga terjadi budaya hidup mengenakan topeng. Banyak orang berlomba-lomba untuk terlihat kuat, berusaha seperti orang lain, dan bahkan men-setting hidupnya sangat kudus. Akan tetapi, Hati mereka jauh dari Tuhan, takut dengan penilaian orang, dan bahkan mengorbankan kejujuran dan integritasnya. Kehidupan bertopeng bisa masuk ke komunitas Kristen dan memberikan dampak hidup menjadi tidak terbuka, tidak ramah, dan tidak peduli. Lalu, Apakah mungkin hidup kita berbeda dari budaya itu?
Firman Tuhan kita menunjukkan bahwa hidup dimerdekakan dalam Kristus justru Hidup yang berintegritas. Firman Tuhan (Ay. 7-11) menyampaikan kriteria setiap orang yang dimerdekakan dalam Kristus. Pertama Integritas menjadi orang benar, yaitu mereka yang dalam relasinya ramah, peduli, dan terbuka kepada orang lain. Mereka punya hidup yang menerima orang lain seperti Kristus telah menerima mereka terlebih dahulu. Kedua Integritas menyatakan keterbukaan, yaitu mereka yang tidak menyembunyikan kesalahan atau tidak difensif ketika dinasihati dan ditegur. Bagi setiap orang dimerdekakan dalam Kristus mereka tidak takut dinilai orang lain, karena hidupnya bukan untuk penilaian manusia namun terang Kristus yang hidup di dalamnya. Ketiga Integritas dari perkataan yang baik, yaitu mereka yang dalam perkataannya tidak negatif. Mereka justru memiliki kasih kepada orang lain yang dinyatakan melalui perkataan-perkataan yang membangun dan memberkati sesamanya. Orang-orang yang di dalam Kristus penuh dengan integritas dan menerima kelemahannya. Sebagai orang percaya kita mulai menerapkan budaya untuk menerima orang lain apa adanya, memiliki keterbukaan untuk membangun, dan mengasihi orang lain sesederhana melalui perkataan kita. Hidup dalam Kristus adalah hidup bebas untuk mengasihi tanpa syarat, menerima tanpa takut, dan berkata jujur tanpa topeng.
Doa: Allah Bapa yang Maha baik, terima kasih karena Engkau telah menerima aku apa adanya di dalam Kristus. Sebagai orang percaya tuntun aku untuk jujur dan terbuka, membangun komunitas yang ramah dan saling peduli. Mampukan aku berjalan dalam integritas demi memuliakan nama-Mu. (Isai)
Bacaan Alkitab
Mazmur 73-77
