HARMONI BUKAN TUJUAN AKHIR
Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.” Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.
(Kisah Para Rasul 13:1-3)
Sebuah kapal pesiar mewah dirancang untuk kenyamanan: restoran mewah, kolam renang, spa, teater. Semua fasilitas ada agar penumpang betah. Tapi tujuan kapal pesiar BUKAN untuk tinggal diam di pelabuhan. Kapal itu dibuat untuk BERLAYAR, membawa penumpang ke tempat-tempat indah. Jika kapal hanya bersandar di dermaga, semua fasilitas mewah itu sia-sia.
Kisah Para Rasul 13:1-3 memberikan gambaran gereja yang sehat: “Pada waktu mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.” Perhatikan: Gereja Antiokhia sedang dalam keadaan harmoni—mereka beribadah, berdoa, berpuasa bersama. Bukankah gereja yang seperti ini Adalah gereja yang cukup nyaman untuk kita ada di sana—bahkan mungkin gereja yang seperti ini yang kita idam-idamkan? Tapi Roh Kudus tidak membiarkan mereka diam dalam kenyamanan. Saat harmoni tercapai, saat itulah Allah berkata: “Sekarang, utus mereka!”
Yohanes 20:21: “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Yesus memiliki hubungan yang sempurna dengan Bapa (harmoni internal Tritunggal). Tapi Bapa tidak memelihara Yesus di surga untuk menikmati harmoni itu selamanya. Bapa MENGUTUS-Nya ke dunia yang kacau. Harmoni menghasilkan misi.
Gereja kita mungkin sudah nyaman: AC dingin, kursi empuk, musik enak, khotbah bagus. Itu baik. Tapi pertanyaannya: Apakah kenyamanan itu membuat kita betah di dalam, atau justru mempersiapkan kita untuk keluar? Jangan biarkan gereja hanya menjadi “kapal pesiar” yang bersandar. Hidupkan misi: jangkau tetangga, bantu yang susah, injili di tempat kerja. Harmoni sejati selalu berujung pada pengutusan. -Dan
