IDENTITAS YANG TIDAK MUNGKIN TERSEMBUNYI

“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
(Matius 5:13-16)

Perenungan perdana di Minggu ini kita akan mulai dari sebuah pokok pikiran yang pernah tertuang di dalam jabaran Implementasi Tema 2024 (2 tahun lalu), yang tercatat sebagai berikut:

“Menjadi Garam & Terang Dunia” seringkali dianggap sebagai ungkapan yang kurang tepat untuk menggambarkan Matius 5:13-16 karena menambahkan kata MENJADI yang secara intrinsik memiliki kandungan makna sebuah PROSES, sementara dalam Alkitab TB tidak muncul kata MENJADI tersebut sehingga dimaknai sebagai status/ jati diri/ IDENTITAS yang  menyatakan bahwa kita adalah Garam & Terang. Dengan memperhatikan 2 (dua) pendekatan tersebut yang keduanya terjadi dalam hidup kita sebagai orang percaya, yang mengarahkan pada sebuah tujuan yakni Glory to GOD Alone – Soli Deo Gloria. Hal apa saja yang terjadi di dalamnya? Melahirkan konsekuensikah?

Mari kita memulai dari pendekatan sebuah PROSES, yakni Menjadi Garam & Terang. Mengapa? Ada beberapa alasan, antara lain:

  • Kita akan mengerucutkan pemahaman Garam & Terang di dalam konteks orang² percaya (Kristen). Pada dasarnya tidak ada seorangpun di dalam keberdosaannya yang memiliki identitas tersebut. Status/ identitas tersebut selalu diawali oleh anugerah Allah di dalam Yesus Kristus, sehingga selalu memiliki kandungan proses, dari bukan Garam menjadi Garam; bukan Terang menjadi Terang.
  • Ber-kali² Alkitab mencatatkan tentang terjadinya proses dalam kehidupan kita, misal: manusia lama → manusia baru; hidup dalam daging yang lemah → hidup dalam roh yang taat; mengerjakan keselamatan dengan taat, takut, gentar, tidak ber-sungut² & tidak ber-bantah²-an; dan masih banyak lagi hal² yang mengisyaratkan pentingnya sebuah proses. Itu sebabnya kita mengaminkan sebuah pengajaran tentang progresif sanctification.
  • Kita sebagai orang percaya memiliki agenda yang sama, yakni Serupa Kristus dan hal ini akan terjadi bila kita berproses. Dan tidak ada shortcut (jalan pintas) untuk ke sana.
  • Kata Menjadi selalu melahirkan konsekuensi, yakni setiap orang percaya harus berproses. Dalam kerangka anugerah TUHAN, ada bagian yang terus dikerjakan Allah dalam Roh Kudus-Nya, dan ada bagian yang menjadi tugas & tanggung jawab kita sebagai orang² percaya untuk taat dan sebagainya. 

DOA: Ya Tuhan tidak jarang kami menjadi anak² gampang yang tidak bersedia untuk dididik oleh TUHAN. Yang menyukai predikat² rohani tetapi menghindari proses²-Mu; dan kami  menyangka selalu ada jalan pintasnya agar kami menjadi Garam dan Terang. Ampunilah kami ya TUHAN, dan beranikan kami untuk berkata: “TUHAN didik & ajar kami selalu” Amin. (jp)

Bacaan Alkitab
Yeremia 41-42