ALLAH SANG PENULIS YANG AGUNG
“Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.”
(2 Korintus 3:2-3)
Selain pelayanan di gereja, saya juga terlibat dalam kepengurusan organisasi alumni dimana saya dulu kuliah. Dalam kepengurusan alumni, saya beberapa kali dipercayakan tugas menjadi sekretaris alumni. Sebagai sekretaris, salah satu tugas yang saya kerjakan adalah terkait dengan urusan surat menyurat. Hal menarik yang saya pelajari ketika membuat surat adalah harus memperhatikan kalimat dan isi suratnya. Kalimat harus disusun dengan baik, sopan, dengan tata bahasa yang baik, format yang tepat, memperhatikan kelengkapan data-data, dan isi suratnya pun harus jelas. Begitulah seharusnya membuat dan menulis surat yang baik.
Jika orang Kristen adalah surat Kristus, siapa penulisnya? Dan bagaimana surat Kristus itu ditulis? Paulus dengan jelas menyebutkan, bahwa Allah sendiri yang menjadi Penulisnya. Kalau pada waktu menulis surat kita memperhatikan tata bahasa, susunan kalimat, format, dll, bagaimana dengan Allah? Paulus menjelaskan, IA menulis hidup kita bukan dengan tinta, melainkan dengan Roh-Nya yang hidup. Kalimat ini mengingatkan saya, pertama pada peristiwa penciptaan. Setelah Allah membentuk manusia dari debu tanah, IA menghembuskan nafas hidup, sehingga manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Pemazmur menjelaskan dengan sangat indah bagaimana Allah menulis hidup kita secara ajaib dan dasyat: “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mazmur 139:13-14). Kedua, mengingatkan akan karya Roh Allah yang menuntun manusia berdosa mengalami keselamatan di dalam Kristus dan kelahiran baru. Kepada jemaat Korintus Paulus menjelaskan, bahwa Roh Allah memimpin dan menuliskan kehidupan yang baru di dalam diri orang percaya. Di dalam Kristus kita adalah ciptaan yang baru (lih. 2 Kor. 5:17). Jika dosa membawa manusia pada kebinasaan, tetapi Roh Allah membawa kita pada kehidupan yang penuh pengharapan.
Doa dan komitmen: Tuhan hidupku ada dalam tangan-Mu, tuntun dan tulislah hidupku untuk melayani dan memuliakan nama-Mu. (Mas Git)
Bacaan Alkitab
2 Korintus 1-4
