YESUS PENOLONG YANG SETIA
“Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya. Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu“
(Mazmur 33:20-22)
Allah Sukacitaku. Apa yang terjadi disekitar kita begitu cepat berubah. Banyak hal yang kemudian menjadikan kita bergumul tentang kepastian. Kita dapat menjadi panik dan apatis, bahkan kehilangan harapan. Sebagai orang percaya, kondisi seperti ini bukan malah membuat kita menjadi pesimis dan pasif, atau menyerah begitu saja. Sebaliknya kita harus semakin terpacu untuk bergantung kepada kasih kemurahan Allah. Hanya firman Tuhan yang dapat menjadi pelita bagi perjalanan iman kita dalam menghadapi ketidakpastian yang ada. Kita mempercayakan hidup kita kepada Allah karena kita tahu bahwa Allah sudah mengetahui apapun yang di depan sana. Allah memegang hari esok kita.
Dari firman Tuhan yang kita baca, kita belajar dari pemazmur untuk tetap teguh dalam pengharapan. Allah adalah sumber pertolongan dan perlindungan bagi mereka yang menanti-nantikan Tuhan. Hati kita tetap dapat bersukacita karena Allah dapat dipercaya. Segala karakter dan sifat Allah adalah kudus dan dapat diandalkan sehingga kita dapat bersandar pada kasih dan kesetian-Nya. Segala rencana Allah adalah baik adanya dan tidak ada satupun rancangan Allah yang gagal.
Pengharapan akan pertolongan dari Allah seharusnya tidak membuat kita menjadi lemah dan pasif. Di tengah menghadapi situasi yang tidak menentu, tidak pasti, kita harus memiliki ketergantungan aktif, dan penantian yang penuh kesabaran. Kita tetap dapat berpikir positif dan tetap kuat serta meminta hikmat Tuhan agar langkah dan upaya yang kita kerjakan adalah tetap berada di dalam kehendak dan rencana Tuhan.
Jika kita menginginkan perkenanan Tuhan di masa-masa sulit, kita perlu bekerja sama dengan-Nya di masa-masa baik. Kita perlu mencari nasihat-Nya setiap hari dengan membaca firman-Nya, berdoa dan belajar menerapkan dalam kehidupan. Dengan demikian kita dapat bekerja dengan penuh kedamaian, sebab hati dan pikiran kita sudah diisi oleh kebenaran yang mengaktifkan jiwa kita untuk berjalan bersama Tuhan. Ketika kita mempercayakan hidup kita kepada Allah, maka kesempatan bagi jiwa kita untuk bersukacita semakin besar.
Doa: Tuhan Yesus, kami bersyukur sebab firman-Mu senantiasa menghadirkan sukacita bagi jiwa kami yang sering lemah, amin. (gian).
Bacaan Alkitab
Yesaya 36-38
