ALASAN SALAH: BANYAK
¹²Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, ¹³sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus. ¹⁴Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut. ¹⁵Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. ¹⁶Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, ¹⁷tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.
(Filipi 1)
Hari ini kembali saya akan mengajak jemaat untuk melakukan Googling dan menanyakan kepada Artificial Intelligence sebuah pertanyaan: “Motivasi yang salah dalam melayani Tuhan”. Inilah jawabnya:
A.I. – Motivasi yang salah dalam melayani Tuhan seringkali berakar pada ego dan pencarian pengakuan manusia daripada kemuliaan Allah. Contoh utamanya adalah melayani demi pujian, popularitas, jabatan, rasa terpaksa, keuntungan materi, atau merasa diri tak tergantikan, yang berujung pada kelelahan rohani dan kecewa.
Berikut adalah rincian motivasi yang salah dalam pelayanan:
- Mencari Pujian dan Popularitas: Melayani agar dilihat, dihormati, atau dipuji oleh orang lain, menjadikan gereja sebagai panggung, bukan tempat memuliakan Tuhan.
- Keuntungan Pribadi/Materi: Melayani untuk mendapatkan berkat materi, keuntungan bisnis, atau posisi sosial.
- Terpaksa atau Ikut-ikutan: Melayani karena diminta teman, pasangan, atau merasa sungkan, bukan karena panggilan hati.
- Kesombongan dan Rasa Tergantikan: Merasa diri paling hebat, pintar, atau menganggap pelayanan akan hancur tanpa kehadiran kita.
- Menghitung Jasa: Memiliki mentalitas pamrih, merasa Tuhan berhutang pada kita, dan mudah kecewa jika tidak dihargai.
- Kepentingan Diri Sendiri: Menggunakan pelayanan untuk membangun jaringan bisnis atau mencari teman.
Mungkin ada di antara kita yang akan berujar: “Ah itu kan A.I. – Bisa jadi realitanya tidak sedemikian jauh seperti kata A.I.” Jikalau komentar seperti itu harus direspon, maka saya akan menjawab bahwa apa yang diungkapkan oleh A.I. justru mungkin tidak cukup untuk mengungkapkan berbagai motivasi palsu yang ada di sekitar pelayanan, dan selalu menggunakan nama TUHAN sebagai tujuan pelayanannya. Mengapa? Bukankah telah banyak ditemukan/ diungkapkan dalam Alkitab kisah² tentang motivasi palsu itu.
Bacaan utama kita di minggu ini (Filipi 1) didahului oleh kisah orang² yang memiliki motivasi yang salah. Disebutkan:
- Ayat 15 – Karena Dengki & Perselisihan
- Ayat 17 – Kepentingan (diri) sendiri
- Ayat 17 – Tidak Ikhlas
Di samping itu, Alkitab sering mengungkapkan perihal guru² palsu, nabi² palsu, gembala² palsu dan kepalsuan² lain, yang mungkin “jualan” mereka sama: menyebutkan nama TUHAN, tetapi tujuan akhirnya adalah ego/ diri sendiri.
Tema perenungan kita hari ini bicara tentang Alasan (yang) Salah dalam melayani TUHAN; maka yang kita akan temukan: BANYAK. Jabaran di atas seharusnya cukup menarik untuk menjadi perhatian kita dan malas diri.
Kiranya belas kasihan TUHAN senantiasa melawat kita dan memurnikan motivasi kita untuk melayani-Nya. TUHAN memberkati kita sekalian. (jp)
Bacaan Alkitab
Daniel 4-6
