IDENTITAS: WARGA KERAJAAN SORGA

Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.
(Filipi 3:20-21)

Sekali lagi, ijinkan saya bertanya, siapa kita sesungguhnya? Mungkin setelah merenungkan firman beberapa hari terakhir kita dapat mengatakan, “Aku adalah seorang pendosa yang telah dibebaskan oleh Kristus. Aku bukan pencapaianku. Aku bukan kegagalanku. Aku adalah orang yang dikasihi Allah”. Puji Tuhan jika kita sudah sampai di titik itu. Tapi bagaimana identitas itu membentuk kehidupan kita sehari-hari? Tak sedikit orang yang setelah mengikrarkan iman akan anugerah penebusan Kristus di hari Minggu, kembali ke kehidupan duniawinya di hari Senin-Sabtu. Kita mencari apa yang dunia cari. Kita kejar apa yang dunia kejar. Kita suka apa yang dunia suka. “Jika dunia lebih suka popularitas daripada integritas, jika dunia lebih suka yang viral daripada yang esensial, jika dunia lebih suka kesuksesan daripada kesalehan, jika dunia lebih mengejar validasi daripada kemurnian diri, maka kenapa kita harus berbeda?” Dengan konsep seperti ini, banyak orang yang mengimani anugerah pembebasan di dalam Kristus namun terus mengikatkan diri pada dunia. 

Kenapa kita harus berbeda dengan dunia? Ya, karena di dalam anugerah pembebasan Kristus, kita diberikan identitas yang baru yaitu sebagia warga Kerajaan Sorga. Bayangkan ketika kita ada di suatu perusahaan kita memang terikat dengan aturan main di perusahaan tersebut, namun ketika kita resign dari perusahaan itu dan masuk ke perusahaan lain, maka kita dibebaskan dari kewajiban untuk terus mengikuti aturan lain di perusahaan yang lama. Sekarang kita mengikuti aturan main di perusahaan yang baru. Demikian pula ketika kita, oleh anugerah pembebasan Kristus, diubahkan identitas kita dari warga kerajaan dunia menjadi warga negara Kerajaan Sorga maka kita dibebaskan dari segala aturan main dunia ini yang tidak sejalan dengan aturan main Kerajaan Sorga. Dan perhatikan, aturan main Kerajaan Sorga bukan hanya berbeda, namun berkebalikan dari aturan main Kerajaan dunia. Simak kembali isi Khotbah Yesus di bukit (Matius 5) untuk melihat hal ini. Dengan demikian kita juga dibebaskan untuk mengejar integritas lebih daripada popularitas, mengejar yang esensial lebih daripada yang viral, mengejar kesalehan lebih daripada kesuksesan, mengejar kemurnian diri lebih daripada validasi dan eksistensi diri. -Dan

Bacaan Alkitab
2 Tawarikh 35-36