MENGAMPUNI DENGAN KEMENANGAN

“Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!”
(Roma 12:21)

Bacaan: Roma 12

Paulus di dalam surat Roma menyuarakan setiap orang percaya memiliki hidup yang ber-tranformasi dan berbeda dari dunia. Di awal pasal ini Paulus mendasari pesan-pesannya dimulai dengan ajakan mempersembahkan tubuh sebagai persembahan hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah. Dengan kata lain Paulus mengingatkan bahwa hidup kita dipakai untuk Tuhan bukan untuk kepentingan diri sendiri. Lalu, Paulus juga mengingatkan tentang hidup dalam komunitas yang di dalamnya saling melayani dengan karunia dengan kasih, tulus, dan tidak berpura-pura (Ay. 9-13). Paulus juga mengingatkan tentang realita yang menjadi tantangan setiap orang percaya, tentang menyikapi orang-orang yang memusuhi kita. Nasihat-nasihat Paulus tidak hanya tentang bersabar, akan tetapi ditutup dengan perintah penting “membalas kejahatan dengan kebaikan.” (Ay. 21).

Kemenangan kehidupan setiap orang percaya bukan sekadar menang dalam aspek fisik, licik dalam strategi, atau hal-hal menunjukkan kekuatan dan dominasi diri. Namun, kemenangan sejati orang-orang percaya adalah tetap penuh dengan kasih, memberikan pengampunan, prinsip hidup selalu berbuat baik, bahkan di saat dunia tidak membalas dengan baik. Kristus telah memberikan teladan terlebih dahulu tentang kemenangan sejati. Kristus, saat disiksa, dihina, disalibkan hingga detik akhir hidupnya, Dia justru mengatakan pernyataan anugerah begitu besar buat manusia “Ya Bapa, ampunilah mereka” (Lukas 23:34). Kristus memberikan gambaran kemenangan sejati, kemenangan yang bukan tentang membalas tetapi mengasihi sampai akhir. Kemenangan ini mendorong setiap orang percaya untuk membebaskan diri dari belenggu kebencian. Kemenangan mendorong untuk mengampuni. Mengampuni adalah kekuatan dari Injil. Injil memampukan kita untuk: punya sikap mempercayakan keadilan dari Allah yang bertindak dan tidak membalas dengan kekerasan atau kebencian tapi dengan kasih. Orang-orang yang telah memperoleh kemenangan itu punya sikap belajar menahan diri di tengah masalah, mempunyai kebiasaan diri berbuat baik tanpa pamrih, memiliki sikap tidak memelihara dendam mempercayakan Allah sebagai Hakim yang adil, dan gemar untuk menebarkan kasih.

Doa: Tuhan, kami datang meminta pertolongan-Mu untuk menjadikan kami orang-orang yang menang dengan kasih, bukan dengan kemarahan atau kebencian. Mampukan aku hidup sesuai kehendak-Mu, agar hidupku menjadi terang di tengah dunia yang gelap. Amin. (Isai)

Bacaan Alkitab
Mazmur 83-85