PENYANGKALAN & PENGINGKARAN KEBANGKITAN KRISTUS

¹²Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?

³² . . . Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka “marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati”.  ³³Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

(1 Korintus 15)

Hari ini kita akan melanjutkan perenungan kita kemarin, berangkat dari alternatif 2/ spekulasi adanya pihak² lain yang membawa & memberi pengaruh kepada sebagian jemaat Korintus sehingga mereka tidak percaya kepada kebangkitan. Kita mungkin akan mengembangkan pikiran ini dengan mengajukan pertanyaan, apakah yang dilakukan pihak² lain/ luar ini merupakan tindakan dari sebuah niatan aktif, yang sengaja ingin menunjukkan dasar iman yang dibangun atas kuasa kebangkitan Kristus? Atau hanya sebuah pemahaman yang beredar secara liar yang bisa mempengaruhi siapa saja, termasuk di antara mereka – jemaat Korintus?

Mengapa kita harus berpikir lebih jauh? Karena kebangkitan Kristus tetap menjadi isu penting yang diterima dengan iman sebagai sebuah kebenaran hakiki. Upaya² untuk menyangkalnya terus terjadi. Sekalipun Paulus telah memaparkan secara teologis & historis, tetapi nampaknya pendekatan asumsi kebangkitan-Nya sebagai produk mitologis & legendaris terus dipampang khususnya oleh kelompok skeptis yang diwakili mereka yang atheis & agnostic. Usaha yang massive dari kelompok seberang ini seharusnya ditangkap sebagai isyarat betapa krusialnya Kebangkitan Kristus itu, yang bukan saja membuat iman & pelayanan kita tidak sia², tetapi membuat kita semakin lebih giat lagi untuk mengerjakan agenda² Allah di dalam & melalui kehidupan kita – baik secara pribadi maupun secara bergereja. Sesungguhnya upaya penyangkalan dan pengingkaran terhadap Kebangkitan Kristus ini bukan agenda baru. Kalau kita merujuk pada bacaan kita saja → Surat kepada Jemaat Korintus yang diperkirakan ditulis di tahun 55/56, maka di zaman itu upaya penyangkalan sudah terjadi, sekalipun bisa saja hal itu berupa upaya dari filsafat² zaman itu untuk mempertahankan doktrinnya yang tidak mempercayai kebangkitan, sementara menganggap kekristenan sebagai “filsafat baru” yang menjunjung doktein kebangkitan. Jangankan tahun 55/56, tak lama setelah Yesus bangkit upaya penyangkalan & pengingkaran telah dilakukan dengan berbungkuskan dusta yang dilakukan oleh para petinggi agama.

Ketahuilah, agenda ini masih terus berlangsung hingga saat ini yang disuguhkan dengan berbagai kemasan, bungkusan yang sangat beragam. Dan jangan pernah berpikir bahwa upaya itu hanya dilakukan oleh pihak² di luar kekristenan. Ada musuh dalam selimut. Di sinilah seharusnya setiap kita harus hati² terhadap upaya untuk meruntuhkan iman terhadap Yesus yang bangkit. Tuhan menolong & memberkati kita sekalian. (jp)

Bacaan Alkitab
Matius 24