PERTUMBUHAN DI DALAM DAN MISI KE LUAR: DUA SISI MATA UANG
Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.
(Efesus 4:16)
Pohon yang sehat selalu memiliki dua gerakan: ke bawah (akar) dan ke atas (buah). Akar mencari sumber air, mencengkeram tanah. Buah menjulur ke luar, memberi manfaat pada makhluk lain. Jika pohon hanya menumbuhkan akar yang banyak dan kuat tapi tidak berbuah, pohon itu mandul. Jika pohon hanya berbuah lebat tapi akarnya dangkal dan lemah, pohon itu akan tumbang saat badai. Keduanya harus seimbang.
Efesus 4:16 menutup dengan indah: “menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” Perhatikan dua arah ini:
(1) “Menerima pertumbuhannya” – ini arah ke dalam. Ada keselarasan tubuh untuk bertumbuh semakin sehat, semakin kuat, semakin dewasa.
(2) “Membangun dirinya dalam kasih” – ini arah ke luar. Kasih selalu keluar dari diri sendiri kepada orang lain.
Gereja yang sehat tidak memilih salah satu. Ia bertumbuh DAN membangun. Ia sehat ke dalam DAN berdampak ke luar.
1 Petrus 2:9 mengingatkan kita: “Kamu adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani… supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia.” Identitas (dalam) dan Misi (keluar) menyatu. Kita dipilih UNTUK memberitakan. Kita diimamatkan UNTUK melayani dunia.
Jangan pilih salah satu. Jangan hanya rajin ke gereja tapi tidak pernah bersaksi. Jangan juga aktif melayani tapi kehidupan doa dan ibadah pribadi kering. Jangan hanya selaras dan kompak untuk kegiatan-kegiatan internal dan kebersamaan tapi malas-malasan untuk bermisi. Jangan hanya semangat pergi penjangkauan ke ladang-ladang misi tapi sombong, merasa diri paling rohani dan tidak mau terlibat dalam Persekutuan. Allah memanggil kita untuk TUMBUH SELARAS (memperdalam akar) dan BERGERAK (menghasilkan buah). Minggu ini, mari kita mengevaluasi diri: apakah akar kita cukup dalam untuk menopang buah yang Tuhan ingin hasilkan melalui hidup kita? -Dan
Bacaan Alkitab
Matius 23, Lukas 20-21
