MENEGOR ADALAH BUKTI KASIH

Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!
(Wahyu 3:19)

Banyak orang menganggap bahwasannya teguran adalah sebagai tanda kebencian, penolakan, atau permusuhan. Akan tetapi Firman Tuhan menunjukkan hal yang berbeda yang dimana Tuhan justru menegur orang yang dikasihi-Nya. Dalam hal ini memiliki sebuah pengertian atau sebuah pemahaman bahwa kasih sejati bukan hanya tentang memuji atau menyenangkan hati saja, akan tetapi juga berani meluruskan ketika seseorang berjalan dalam kesalahan tersebut. Firman Tuhan mengatakan bahwa “Barangsiapa kukasihi, ia kutegor dan kuhajar”  Artinya bahwa, teguran yang ada bukan berasal dari sebuah kebencian yang ada, akan tetapi bentuk kepedulian terhadap orang yang kita kasihi, karena kita tidak ingin ia berlarut-larut dalam sebuah kesalahan yang ada. Orang yang membiarkan kita terus berjalan dalam kehidupan yang salah tanpa peduli akan akibatnya, belum tentu sungguh mengasihi. Tetapi orang yang berani menegur dengan benar sedang menunjukkan akan kasih yang sesungguhnya.

Ketika Tuhan berdiam diri saat umat-Nya sedang berjalan dalam kesalahan, maka mereka akan semakin menjauh dari Dia. Oleh Karena itu Tuhan menegur supaya ada kesadaran dan pemulihan. Kasih sejati tidak berkata, “Biarkan saja, nanti juga akan sadar sendiri.” ketika kita merenungkan apakah ia seseorang akan sadar dengan sendirinya disaat kita berdiam diri dan tidak ada yang menyatkan kebenaran kepadanya.? Akan tetapi kasih sejati berkata, “Saya peduli, oleh karena itu saya harus menyampaikan kebenaran.” sehingga kebenaran itu boleh dinyatakan disana. Menegur atau memberikan nasehat/pemahaman yang benar kepada seseorang memang kadang tidak nyaman, akan tetapi lebih baik sakit karena kita menyampaikan kebenaran daripada ia hancur karena dibiarkan. Hari ini kita belajar bahwa menegur adalah bukti kasih. Dan jika Tuhan menegur kita dengan cara yang tidak kita pahami, melalui orang-orang yang ada disekitar kita, itu tandanya bahwa Tuhan sangat mengasihi dan peduli dengan kehidupan kita. Ketika kita mengasihi sesama kita, maka kita juga perlu keberanian untuk menegur dengan kasih dan hikmat. Jangan hanya menjadi orang yang senang dipuji, tetapi jadilah orang yang mau dibentuk. Jangan hanya ingin diterima, tetapi bersediah untuk diubahkan. Sebab kasih sejati bukan sekadar berkata manis, tetapi berani membawa seseorang kembali kepada jalan yang benar yaitu jalan Tuhan. (ir)

Doa: Bapa kami sungguh bersyukur dan berterimakasih atas firman-Mu pagi ini, yang mengingatkan kepada kami bahwa mengasihi, bukan hanya memuji dan menyenangkan hati saja, akan tetapi berani menegor ketika berada dalam jalan yang salah. Amin..

Bacaan Alkitab
Ayub 10-13