YESUS PENOLONG YANG SETIA
“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti“
(Mazmur 46:2)
Penolong yang Setia. Ketika hidup kita sangat terluka, dan mungkin tidak ada seorang pun di lingkup kita yang benar-benar mengerti dan peduli dengan kondisi kita yang sebenarnya. Mungkin kita dapat berpura-pura di depan orang lain dengan tetap merasa baik-baik saja, namun kekecewaan, kemarahan dan penderitaan yang kita alami, tersimpan di dalam hati dan pikiran kita yang terdalam. Bahkan sahabat terbaik yang ada di sekitar kita juga tidak dapat benar-benar memahami pergumulan bahkan luka yang ada dalam diri kita.
Hidup ini dipenuhi dengan peristiwa-peristiwa yang mengejutkan dan tak terduga. Dan yang menakutkan adalah ketika kita diperhadapkan dengan pergumulan yang sulit untuk diselesaikan dengan cepat. Kadang bahkan sering kali kita mengambil keputusan yang terburu-buru dan salah, yang pada akhirnya memunculkan masalah baru yang semakin menambah stres dan kita semakin terluka. Akhirnya kita merasa sendiri, merasa tidak ada yang mau peduli dengan apa dan sedang kita alami.
Namun ada berita baik bagi anda, yaitu Kristus mengenal dan memahami kondisi kita, bahkan sampai di dasar relung hati dan pikiran kita yang terdalam. Kristus bukan saja mengerti kondisi kita, Ia juga mampu – dan hanya Dia satu-satunya yang mampu – untuk memulihkan kondisi kita, menutup lubang luka dan kecewa kita, memulihkan dan menyembuhkan kita, memberi penghiburan dalam kesepian dan kehilangan kita, bahkan menenangkan segala bentuk gelombang kekecewaan yang terus menghantam jiwa kita.
Setiap saat dalam hidup kita, dari yang terbaik hingga yang terburuk, Tuhan Yesus tetap menyertai kita. Kristus peduli pada kita. Kita tidak akan pernah melewati masa-masa sulit ini sendirian. Faktanya, Tuhan serasa lebih dekat dengan kita di saat kita kesakitan atau dalam kesendirian. Maka datanglah kepada Kristus, nikmati undangan kasih Kristus, nikmati persekutuan pribadi dengan Kristus, karena hal ini akan membawa kita kepada sukacita surgawi. Biarlah jiwa kita berserah penuh ke dalam tangan kasih-Nya, sekalipun mungkin keadaan belum berubah, namun jiwa kita (hati dan pikiran kita) sudah diubahkan oleh Kristus untuk melihat penyertaan Allah.
Doa: Tuhan Yesus, kami bersyukur Engkau selalu hadir dalam kehidupan kami, membuat kami memiliki semangat untuk hidup melayani-Mu, amin. (gian)
Bacaan Alkitab
Yesaya 41-42
