ALLAH TETAP BEKERJA DI TENGAH KEMEROSOTAN**

“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang memerintah Israel, yang asalnya sudah sejak dahulu, sejak zaman dahulu. Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai pada waktu perempuan yang sedang melahirkan telah melahirkan. Lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada anak-anak Israel.”
(Mikha 5:1–2)

Setiap kita pasti suka dengan pernyataan “Allah Tetap Bekerja” bukan? Ada banyak alasan yang akan kita temukan. Ada orang yang mengatakan bahwa pernyataan ini memberikan pengharapan, meneguhkan iman, menguatkan dalam penderitaan, memberikan ketenangan, membangkitkan kembali kepercayaan.  Pernyataan ini juga pasti menjadi hal yang sangat dibutuhkan oleh orang Yehuda pada zaman nabi Mikha. Di masa Mikha, bangsa Yehuda hancur secara moral dan spiritual. Raja yang memerintah Yehuda yang seharusnya memimpin mereka untuk semakin dekat dengan Tuhan tetapi justru membuat mereka semakin berdosa di hadapan Tuhan. Kalau kita membaca dalam 2 Raj. 16: 1-20, kita menemukan bagaimana raja Ahas mengakibatkan bangsa Yehuda berdosa di hadapan Tuhan dengan menyembah berhala. Penyembahan berhala adalah kekejian di mata Tuhan sehingga hal itu mendatangkan murka Allah atas Yehuda. Karena kebodohan raja Ahas yang mengandalkan bangsa Asyur untuk menghadapi Rezin, Raja Aram dan Remalya, Raja Israel maka Tuhan membiarkan Yehuda ada dalam penguasaan dan penjajahan Asyur. Namun, di tengah kegelapan itu, Allah justru menabur harapan—seorang Juruselamat akan datang dari tempat kecil bernama Betlehem. Allah tidak menunggu keadaan membaik untuk bekerja. Justru dalam kondisi paling gelap, Ia menyalakan terang terbesar. Tuhan juga mengerjakan hal yang sama di dalam hidup setiap kita. Di dalam lembah terdalam hidup kita, tatkala kita merasa tidak ada lagi pengharapan dan tidak tahu lagi ke mana harus mencari pertolongan maka Tuhan hadir sebagai satu-satunya pengharapan kita untuk melewati krisis tersebut. Tuhan bekerja di dalam diri setiap orang yang mau berserah kepada-Nya. Hari ini jikalau ada satu area dalam hidupmu yang tampak kacau atau gelap, berdoalah secara khusus untuk area itu dan serahkan pada Tuhan. Mintalah Ia bekerja menyelesaikan kekacauan dan mengenyahkan kegelapan itu.

Allah tidak berhenti bekerja hanya karena keadaan buruk—sering di situlah Ia memulai karya terbesar-Nya.”*

Doa: Tuhan, ke dalam tangan-Mu kuserahkan area gelap dalam hidupku. Bekerjalah sesuai kehendak-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin. (jho)

Bacaan Alkitab
Yesaya 43-45