KARYA KRISTUS BUKAN AGENDA DADAKAN
¹Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. ²Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu — kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. ³Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, ⁴bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
(1 Korintus 15)
Ada salah satu bagian dalam Pengakuan Iman Westminster yang terkait dengan karya Allah di dalam Yesus Kristus, yang tercatat di BAB VIII – KRISTUS PENGANTARA, nomor 4 menuliskan demikian:
Tuhan Yesus mengemban jabatan itu dengan penuh kerelaan. Agar Dia dapat melaksanakannya, Dia dibuat takluk kepada hukum Taurat, Dia menggenapi hukum itu dengan cara paling sempurna, Dia menanggung sengsara yang paling hebat langsung di dalam jiwa-Nya, dan penderitaan yang paling menyakitkan di dalam tubuh-Nya. Dia disalibkan dan mati, Dia dikuburkan dan berada dalam kuasa maut, namun Dia tidak melihat kebinasaan. Pada hari yang ketiga Dia bangkit dari antara orang mati, dengan tubuh yang sama seperti yang telah dikenakan-Nya ketika Dia menderita. Dengan tubuh itu juga Dia naik ke surga. Di sana Dia duduk di sebelah kanan Bapa-Nya dan menjadi Juru Syafaat, dan dari sana Dia akan kembali untuk menghakimi manusia dan para malaikat pada akhir dunia.
Selaras dengan bacaan kita hari ini, khususnya melihat perkataan “sesuai dengan Kitab Suci” maka seharusnya hal ini membuat kita meyakini bahwa apa yang menjadi penugasan Allah di dalam karya yang dikerjakan oleh Yesus Kristus merupakan bagian yang sudah diagendakan, dan kemudian digenapkan. Itulah sebabnya sangat bisa dimengerti tatkala Paulus terus menekankan rujukannya hanya kepada Injil Yesus Kristus yang diterimanya. Injil, Injil dan Injil. Mari kita bandingkan dengan suratnya kepada jemaat Galatia di 1:6-10.
Mengapa topik ini penting, setidaknya untuk mengingatkan kita bahwa ada saja opini² yang menyesatkan bahwa Yesus melakukan perubahan agenda, dari agenda utamanya/ semula kepada agenda menjadi pemimpin agama yang penuh kharisma, dan karya²-Nya berikutnya merupakan rekayasa yang dikemas dalam berita bohong.
Refleksi
Karya Keselamatan yang Allah lakukan bagi dunia yang dikasihi-Nya, digenapkan dalam Yesus Kristus, dan itu BENAR adanya sebagaimana yang telah dituliskan dalam Kitab Suci. Untuk itu sebagai orang² percaya kita HARUS menerimanya sebagai kebenaran dengan menaruh iman percaya kepada Yesus Kristus & segala karya-Nya. (jp)
