ORANG DALAM YANG DI LUAR

⁴Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit, ⁵kataku: “Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya, ⁶berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa. . . . ¹¹Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini.” Ketika itu aku ini juru minuman raja.
(Nehemia 1)

¹Pada bulan Nisan tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku untuk menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menyampaikannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja, ²bertanyalah ia kepadaku: “Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati.” Lalu aku menjadi sangat takut.
(Nehemia 2)

Perenungan hari ini dimulai dari rasa penasaran dan ingin tahu kira² di usia berapa Nehemia menempati kariernya sebagai seseorang yang sangat dipercaya untuk menjadi juru minuman raja. Yang ditemukan hanyalah panduan² angka – perkiraan² tahun Artahsasta menjabat dan berkuasa sebagai Raja, kapan Israel ditawan dan masuk dalam pembuangan Babel, dan berapa lama orang² Israel Pembuangan ini sudah berada di luar Israel – perkiraan 140 tahun, lebih dari 1 abad. Informasi menjadi menarik, khususnya yang berkenaan dengan pribadi Nehemia, antara lain:

  • Nehemia bukan kelahiran Yerusalem atau Yehuda. Nehemia lahir dalam masa pembuangan Babel dan kemudian tinggal di benteng istana Susan, Persia. Ia merupakan generasi yang lahir jauh setelah kejatuhan Kerajaan Yehuda (dimulai sejak 586 SM)
  • Tahun Pengangkatan: Nehemia menjabat sebagai juru minuman pada tahun ke-20 pemerintahan Raja Artahsasta I (sekitar (445 SM)
  • Jangka Waktu Total: Karena peristiwa ini terjadi lebih dari (140) tahun setelah orang Yahudi pertama kali diangkut ke Babel (oleh Raja Nebukadnezar), Nehemia dan keluarganya/moyangnya telah berada di pembuangan selama lebih dari satu abad (kurang lebih 140 tahun) sebelum ia diutus kembali ke Yerusalem.

Yang luar biasa dari Nehemia dalam sudut pandang kita yang hidup di zaman ini adalah tentang KEPEDULIAN Nehemia kepada kaum leluhurnya maupun Yerusalem, sebuah kota yang mungkin saja Ia tidak terlalu akrab; mengapa Nehemia harus berpulang diri memikirkan itu semua? Bukankah ia seorang Yahudi diaspora yang sudah “berhasil” dalam karirnya sampai posisi pentingnya sebagai juru minuman raja; Mengapa ia harus pikirkan? Mengapa ia harus peduli? Kemungkinan besar, Nehemia hidup dalam keluarga yang sangat taat menghidupi “Perjanjian Abraham”, taat melakukan perintah² Allah yang tertuang dalam Taurat, bahkan keluarga yang hadir dalam tradisi² Yahudi diaspora yang membawa anak laki²nya berziarah ke Yerusalem, bahkan masih membangun relasi dengan saudara² yang ada di Yerusalem, atau alasan² serupa lainnya. Logikanya, bila keluarganya tidak bersentuhan dengan urusan moyang/ kaumnya dan tanah leluhurnya – maka mustahil ingatan atau pikiran bahkan kepedulian tentang Yerusalem itu tiba² bisa muncul.

Minggu ini topik kita adalah tentang The Insiders yang diartikan sebagai ORANG DALAM.  Bila kita melakukan Googling maka akan menemukan penjelasan sederhana sebagai berikut: Insider secara umum merujuk pada “orang dalam” atau seseorang yang memiliki akses langsung ke dalam suatu organisasi, perusahaan, atau komunitas.

Bila kita meluaskan pemaknaan Insiders bukan sekedar orang dalam (OD) yang muncul dalam perspektif/akses/manfaat bagi orang luar, tetapi juga dari perspektif OD bagi dirinya sendiri – Seseorang disebut  OD dalam posisi/ keberadaannya – berarti ia memang ada di dalam, seseorang disebut OD dalam concern & passion-nya, dia OD dalam kepedulian & kontribusi-nya, dia OD dalam hati & jiwanya – sehingga “segala sesuatu”-nya ditumpah-ruahkan untuk kepentingan membangun dan bertumbuh di mana seseorang menjadi bagian. 

Berdasarkan keluasan pemahaman tentang ORANG DALAM seperti itu maka tak berlebihan bila kita memberikan predikat bagi Nehemia sebagai Orang Dalam yang ada di Luar. Sekalipun posisi dan keberadaannya di luar Yerusalem, tetapi kepedulian, hati, pemikiran, bahkan kerinduannya tertuju kepada Yerusalem sebagai kota nenek moyangnya.

Refleksi:
Mungkin posisi kita berada di luar Denpasar, tetapi mungkinkah kita seperti Nehemia yang memiliki kepedulian, concern and passion kepada GKA Zion, di mana kita pernah beribadah, melayani, berkomunita & bertumbuh bersama?

Bacaan Alkitab
Ayub 17-20