MAKNA HIDUP: DICIPTAKAN DENGAN TUJUAN
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
(Efesus 2:10)
Seorang seniman terkenal pernah ditanya, “Apa yang membuat lukisan Anda begitu bernilai, padahal bahan cat dan kanvasnya bisa dibeli murah di toko biasa?” Sang seniman menjawab, “Yang membuat karya seni bernilai bukan bahannya, tapi tangan dan visi penciptanya.” Begitu pula dengan hidup kita. Dunia mungkin memandang kita biasa, bahkan remeh. Tapi ketika kita mengingat siapa yang menciptakan kita, kita menyadari satu hal penting: kita diciptakan oleh Pribadi yang sempurna, dengan maksud dan tujuan yang mulia.
Dalam upaya pengejarannya akan makna, manusia cenderung untuk menunjukkan dampak dan pengaruhnya—melakukan hal besar, melibatkan diri dalam sesuatu yang besar. Namun dengan rendah hati kita harus menyadari bahwa tidak setiap kita dilahirkan sebagai Einstein atau Steve Job, bukan? Bahkan mungkin mayoritas dari kita menjalani kehidupan ‘biasa’ layaknya milyaran orang lainnya di dunia. Kalau pun ada hal yang memiliki dampak besar yang kita lakukan, seberapa lama orang akan mengenal kita karenanya? Mungkin dalam satu-dua generasi kita akan segera dilupakan dan digantikan dengan orang lain yang lebih popular dan relevan dengan zaman yang baru.
Bersyukur Efesus 2:10 menunjukkan bahwa makna diri kita bukan terletak pada seberapa spektakulernya hal yang bisa kita lakukan, tapi kepada siapa yang menciptakan, menebus, dan memberikan tujuan baru bagi kita; ‘kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya’. Tujuan hidup kita—yang memberikan kita makna—bukanlah melakukan hal yang dinotice banyak orang. Hidup kita bermakna karena kita sedang mengemban tugas dan tujuan yang ditentukan Allah bagi kita. Hidup kita bukan kebetulan. Hidup kita ada untuk sebuah misi yang mulia.
Refleksi bagi kita, Apakah kita sedang hidup sesuai dengan tujuan yang Allah sudah siapkan? Apakah kita percaya bahwa hidup kita punya makna meskipun saat ini terasa biasa saja? Apa langkah kecil hari ini yang bisa kita ambil untuk setia dalam “pekerjaan baik” yang Tuhan tetapkan? -Dan
Bacaan Alkitab
Mazmur 6-8
