DARI HAL-HAL YANG TAK TERDUGA

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab mereka yang telah dikenal-Nya sejak semula, juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
(Roma 8:28-29)

Mungkin ada diantara kita pernah memiliki pengalaman dimana merasa hidup kita itu acak banget, dimana yang direncanain baik-baik malah justru gagal, yang dipelajari sungguh-sungguh justru tidak keluar di ujian, yang ditatah sedemikian baik malah ambruk duluan, yang dihindari malah kejadian, dan hal ini terjadi terus-menerus. Lalu kemudian kita mulai mikir dan memberi cap ke diri sendiri, ya sudahlah ya, hidupku memang random. Dengan nada sedikit pasrah dan kesal tentunya. Tapi dalam bacaan kita hari ini kembali mau menegaskan bahwa tidak ada yang random dalam kehidupan kita sebagai orang percaya, karena setiap pengalaman baik yang penuh pergumulan maupun tidak semuanya bisa dipakai oleh Tuhan untuk memberkati orang. Lalu kemudian dikatakan kita ini telah ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya. Kembali mempertegas bahwa hidup kita ini justru bagian dari rencana Tuhan. Bahkan Allah menyelamatkan kita dengan anugerah yang sempurna yang mau menunjukkan bahwa hidup kita itu tidak random, kita ini istimewah, kita ini kasihi-Nya.

Kalau kita kembali melihat tujuan dari tema kita diminggu ini, bahwa Allah turut bekerja menunjukkan bahwa Allah berdaulat memegang kendali atas hidup kita, bahkan ketika hidup kita terasa kacau-balau. Dan bagaimana kita diyakinkan tentang sifat Allah yang selalu memperhatikan kita dengan Ia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan. Dan kembali menegaskan tentang privilege yanag datang dari Allah dimana hanya dimiliki mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan-lah, yang akan mengalami janji tersebut. Dari penjelasan diatas saya rasa lebih dari cukup menjawab bahwa hidup kita itu tidak random bahkan justru kita itu bagian dari rencana Tuhan yang indah. Jadi jangan sampai hanya persoalan sindiran, tekanan, intimidasi, bahkan penilaian dari cara kerja dunia yang berbeda dengan cara kerja Tuhan kemudian kita berkata bahwa hidup saya adalah prodak gagalnya Tuhan. Maka kita salah besar salah besar. Ingat karya salib adalah bukti nyata Allah bekerja, dan tidak ada peristiwa yang tampak lebih tragis daripada penyaliban Yesus, karena secara logika/dunia ini gagal. Tapi justru di sanalah Allah bekerja dengan cara yang paling luar biasa melalui kematian, Ia memberikan hidup; melalui salib, Ia memberikan keselamatan. “Jika Allah bisa mengubah salib yang pahit menjadi keselamatan yang manis, Ia juga bisa mengubah keadaan kita menjadi alat kemuliaan-Nya”.

Bacaan Alkitab
Amsal 22-24