IDENTITAS DAN MAKNA:
DIKENAL DAN DIKASIHI SEPENUHNYA

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
(Rm 8:38-39)

Sebagaimana telah kita lihat, identitas dan makna hidup merupakan pergumulan eksistensial manusia sepanjang masa. Melalui identitas, kita ingin dikenal. Melalui makna, kita ingin dikasihi. Namun di tengah dunia yang berdosa, menyeimbangkan keduanya bukanlah hal yang mudah. Kita ingin dikenal dengan identitas yang kita bangun, namun kita takut ketika orang mengenal kita lebih dalam mereka akan melihat sisi buruk kita dan meninggalkan kita. Kita ingin dikasihi dan dinilai berarti, namun seringkali itu hanya terjadi ketika kita hanya menampilkan topeng-topeng kebaikan—dan menyembunyikan sisi buruk dari diri kita. Itulah realita di dunia yang telah terdistorsi oleh dosa. Kita diikat dan diperbudak oleh oleh pengejaran identitas dan makna semu, yang terus meninggalkan rongga hampa dalam hati kita.

Di mana kita menemukan jawaban dari pergumulan tiada akhir ini? Ya, hanya di dalam salib Kristus yang membebaskan! Timothy Keller menggaungkan pergumulan dan kebenaran ini ketika dia menuliskan, “Dikasihi tapi tidak dikenal itu menenangkan, tapi dangkal. Dikenal tapi tidak dikasihi adalah ketakutan terbesar kita. Tapi dikenal sepenuhnya dan dikasihi sungguh-sungguh — itu seperti kasih Allah kepada kita.” Hal yang menakjubkan dari salib Kristus bukan hanya karena itu benar dan faktual—sungguh-sungguh terjadi dalam sejarah. Hal yang menakjubkan dari salib Kristus adalah karena salib itu indah; salib itu menjawab pergumulan terbesar kita tentang identitas dan makna, memuaskan segala pencarian dan pengejaran kita, membungam segala ketakutan kita! Di dalam Kristus, kita dikenal sepenuhnya pun di saat yang sama kita dikasihi seutuhnya!

Identitas semu yang dunia tawarkan membuat kita terombang-ambing—apa yang kita sangka menjadi sumber identitas kita bisa hilang dalam seketika dan membuat kita kehilangan makna hidup. Namun di dalam anugerah salib Kristus yang membebaskan, kita diberikan identitas sejati yang tidak akan pernah bisa diambil dari kita—oleh apapun, ‘baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat mengambil identitas yang Allah berikan bagi kita di dalam Kristus Yesus! Kita dibebaskan. Kita dikasihi. Kita diberikan makna sejati! -Dan

Bacaan Alkitab
Mazmur 9-11