TIDAK MELEBIHI KEKUATANMU

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
(1 Korintus 10:13)

Secanggih apapun sebuah kendaraan dibuat, tetap mempunyai batas kecepatan tertentu. Contoh: sepeda motor bisa melesat dengan kecepatan tinggi. Akan tetapi, tetap ada batas kecepatan maksimumnya. Perlu diketahui, tidak hanya kendaraan, manusia pun demikian. Manusia diciptakan dan diberi kemampuan yang berbeda-beda oleh Tuhan, tetapi kemampuan manusia ada batasnya.  Manusia juga diberikan kecerdasan, namun kecerdasan manusia pun memiliki keterbatasan. Manusia juga diberikan kekuatan oleh Tuhan, bisa mengangkat beban yang berat, tetapi juga ada batasnya. Misalnya, saya bisa mengangkat barang seberat 30-50 kg, akan tetapi lebih dari itu saya tidak mampu mengangkatnya. Menariknya, dalam surat Korintus, rasul Paulus juga membicarakan hal yang sama tentang keterbatasan kemampuan atau kekuatan manusia, dalam menghadapi pencobaan dan pergumulan hidup.

Ia menegaskan bahwa pencobaan-pencobaan yang dialami jemaat Korintus adalah pencobaaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Kata Yunani peirasmos yang diterjemahkan sebagai “pencobaan” dalam Alkitab memiliki arti: Pertama, pencobaan dan ujian, merujuk pada ujian atau pengalaman yang menantang iman seseorang, baik berasal dari godaan untuk berbuat dosa atau situasi sulit yang menguji ketahanan seseorang; Kedua, pengujian yang dapat memperkuat iman, dalam konteks spiritual, peirasmos dapat diartikan sebagai situasi yang dimaksudkan untuk menguatkan dan memurnikan iman orang percaya.

Pertanyaannya: pencobaan atau ujian apa yang sedang dihadapi oleh jemaat di Korintus? Jemaat Korintus sedang menghadapi tantangan iman yang tidak mudah, yakni hidup di tengah kota metropolitan yang penuh dengan keangkuhan, menghadapi perpecahan dalam jemaat, tantangan penyembahan berhala, godaan percabulan, kemerosotan moral, godaan untuk bersungut-sugut ketika menghadapi kesulitan, dan berbagai macam dosa yang merajalela di kota metropolitan ini. Di tengah situasi yang sulit inilah, Paulus menegaskan bahwa pencobaan, ujian, atau kesulitan yang dihadapi jemaat Korintus adalah pencobaan biasa, dan tidak akan melebihi kekuatan atau kemampuan manusia. Jadi, besar atau kecil, berat atau ringan cobaan, kesulitan yang sedang kita hadapi saat ini, percayalah bahwa kita punya Allah yang setia, yang tidak akan membiarkan kita mengalami cobaan, ujian, atau kesulitan melebihi atau melampaui kekuatan kita.

Refleksi: Apapun cobaan, penderitaan, ujian atau kesulitan, bahkan yang terberat yang sedang kita hadapi saat ini, yakinlah bahwa semua itu tidak akan melampaui atau melebihi kekuatan kita. (Mas Git)

Bacaan Alkitab
Amsal 25-26