MESIAS YANG MENGGEMBALAKAN DENGAN KEKUATAN ALLAH
“Ia akan teguh menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya. Mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang kebesarannya akan sampai ke ujung bumi,”
(Mikha 5:3)
“Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
(Yohanes 10: 11-13)
Lebih lanjut Nabi Mikha menggambarkan profil gembala yang akan menggembalakan umat Tuhan. Ada 2 macam gembala yang dituliskan di dalam Alkitab yaitu gembala sejati dan gembala upahan. Seorang gembala sejati adalah gembala yang tidak akan meninggalkan domba gembalaannya ketika ada bahaya yang mengancam. Dia akan ada di depan dan melindungi domba gembalaannya dari serangan binatang buas atau orang yang mau mencuri dombanya. Sedangkan seorang gembala upahan adalah seorang gembala yang hanya mementingkan dirinya sendiri sehingga ketika bahaya mengancam maka yang dilakukannya adalah melarikan diri supaya dia tidak terkena celaka.
Gembala yang digambarkan oleh oleh nabi Mikha adalah seorang gembala sejati yang melakukan pelayanannya dengan berdasarkan kekuatan Allah. Mari kita perhatikan terjemahan dari TB2 yang menggunakan kata “teguh” yang mana kata ini memiliki bahwa sang gembala dengan penuh keyakinaan kokoh, keberanian untuk mengambil risiko serta jaminan keberhasilan di dalam penggembalaan yang dilakukannya terhadap domba gembalaannya. Keberhasilannya penggembalaannya bukanlah didapatkan karena ia seorang
memerintah dengan pedang, tetapi menggembalakan dengan kekuatan Allah yaitu kekuatan yang memelihara, menuntun, melindungi, dan memulihkan. Ia gembala sejati yang memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya.
Setiap kita juga adalah kawan domba gembalaan Tuhan yang merasakan penggembalaan yang penuh dengan kasih tersebut. Pada kesempatan ini saya ingin mengajak setiap kita untuk diam sejenak selama dalam saat teduh kita. Selama 10 menit ambillah waktu untuk berdiam dan merenungkan kembali bagaimana penggembalaan yang dilakukan oleh Tuhan kepada kita selama 1 tahun ini. Ambillah buku catatan Anda dan tuliskan 3 bentuk pemeliharannya dan catatkanlah di dalam buku atau note di gadget Anda masing-mmasing. Lalu berdoa dan bersyukurlah kepada Tuhan.
“Ketika Tuhan menggembalakan, kita tidak hanya dipimpin tetapi juga dipulihkan.”
Doa: Terima kasih untuk penggembalaan-Mu dalam hidup ini Tuhan. Amin. (jho)
Bacaan Alkitab
Yesaya 48-49
