DI DALAM TUHAN ADA KEKUATAN DAN JALAN KE LUAR

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
(1 Korintus 10:13)

Jhon dan Jennie adalah pasangan suami-istri. Mereka bertemu di pesawat dalam sebuah perjalanan liburan. Seteleh beberapa tahun pacaran, akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Jhon dan Jennie hidup bahagia, mereka dikaruniai dua orang anak. Tetapi kehidupan Jhon berubah setelah 17 tahun pernikahannya. Suatu hari Jennie mengeluh sakit, dan setelah melakukan pemeriksaan, Jennie didiagnosa menderita kanker ganas. Berbagai upaya dilakukan untuk pengobatan Jennie, namun kondisi Jennie semakin memburuk dan akhirnya meninggal. Jhon sangat terpukul karena kehilangan orang yang ia cintai. Jhon tidak bisa membayangkan hal yang menyedihkan itu terjadi. Hidupnya dilumpuhkan oleh dukacita. Ia sering  menyendiri, melamun dengan tatapan kosong. Kesendirian membuat Jhon marah, menjadi orang tua tunggal membuatnya marah, melihat keluarga lain bahagia membuatnya marah. Jhon bukan hanya marah dengan keadaannya, orang-orang disekitarnya, tetapi juga kepada Tuhan. Kadang ia bertanya mengapa Tuhan melakukan hal ini? Mengapa Tuhan tidak peduli? Mengapa Tuhan seolah diam dan menjauh?

Sepenggal cerita kehidupan Jhon tersebut mungkin mewakili respon kebanyakan orang ketika megalami kesulitan dan pencobaan. Menurut Paul David Tripp, penderitaan adalah peperangan rohani.  Pada waktu mengalami pencobaan dan penderitaan, kita tidak sekedar berjuang demi kesehatan tubuh, melawan ketidakadilan, demi mempertahankan pernikahan atau pergumulan yang sedang dihadapi. Penderitaan tidak hanya masalah tubuh, melainkan juga masalah hati. Tidak hanya menyerang keadaan kita, melainkan juga jiwa kita. Penderitaan akan membawa kita ke tepian iman kita. David Tripp menegaskan, apabila kita lari ke arah penghiburan kasih karunia yang bersinar paling terang dalam kegelapan penderitaan, maka kita akan menemukan kekuatan dan pertolongan dari Tuhan.

Kepada jemaat di Korintus, Paulus menjelaskan realitas pencobaan, kesulitan, dan penderitaan, akan tetapi ia juga menegaskan ada janji dan kesetiaan Allah kepada umat-Nya. Bahwa Allah tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita. Pada waktu kita menghadapi cobaan, kesulitan, dan penderitaan, Ia berjanji bukan hanya memberi kekuatan untuk dapat menanggungnya, melainkan akan memberikan pertolongan dan jalan ke luar bagi kita. Mungkin kita akan terus mengalami penderitaan atau cobaan hidup, tetapi jika kita datang dan percaya pada Tuhan, maka kita akan hidup dengan hati yang diubahkan, iman yang lebih kokoh, dan sukacita yang besar.

Refleksi: Jika saat ini kita mengalami cobaan yang berat dan berada pada pusaran penderitaan, jangan lari dari Tuhan, mari datang pada-Nya, percaya bahwa Ia akan memberi kekuatan dan pertolongan pada waktunya. (Mas Git) 

Bacaan Alkitab
Amsal 29-30