DIPANGGIL MENJADI EMBUN YANG MENYEGARKAN
“Sisa keturunan Yakub akan ada di antara banyak bangsa seperti embun dari TUHAN seperti rintik hujan ke atas tumbuh-tumbuhan yang tidak mengharapkan orang dan tidak menanti-nantikan anak manusia.”
(Mikha 5:6)
Setiap kita pasti melihat embun di pagi hari. Embun itu sangat menyegarkan. Saya ingat sewaktu saya masih kuliah di Malang di mana suatu malam saya membawa tempat minum saya ke lantai paling atas asrama putra lalu meletakkan di bagian luar lokasi jemuran yang langsung beratapkan langit. Saya membiarkan tempat minum saya semalam-malaman di luar dan terkena embun. Lalu pagi-pagi di keesokan harinya saya kembali ke atas dan mengambil botol minum saya. Saya mendapati ada butiran-butiran embun di botol saya dan botol saya terasa dingin. Saya membuka botol saya dan meminum air yang ada di dalamnya dan saya merasakan kesegaran air tersebut.
Umat Tuhan yang hidup di zaman nabi Mikha sedang hidup dalam kepenatan dan kelemahan yang luar biasa. Mereka hidup dalam kekuatiran dan ketakutan karena situasi yang sedang mereka hadapi tersebut. Tidak ada lagi keamanan, ketenangan, kedamaian, kestabilan dan pemulihan di antara mereka. Tetapi dalam situasi seperti ini, Tuhan memberikan kedamaian sejati di dalam hati mereka melalui kehadiran sang Mesias dalam hidup mereka. Mereka diumpamakan seperti embun yang turun dengan lembut – tanpa suara, tanpa sorakan, tetapi memberi kehidupan bagi tanah yang kering.
Dunia yang kita hidupi saat ini adalah dunia yang keras membutuhkan orang-orang yang membawa penyegaran, kelembutan, dan pemulihan dari Tuhan. Dan kehadiran anak-anak Tuhan yang mendatangkan syalom itu sangat dinanti-nantikan oleh manusia yang ada dua dunia yang keras ini. Sebagai anak Tuhan, kita dipanggil untuk membawa damai (Mat. 5:9), hidup damai dengan sesama (Roma 12:18), membangun damai (Roma 14:19), menjadi berkat bagi kota/lingkungan (Yer. 29:7), menyalurkan shalom melalui karakter dan tindakan. Alkitab juga mencatatkan demikian, “Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu Raja!” (Yes. 52: 7). Oleh karena itu maka marilah kita memberikan penghiburan kepada seseorang yang sedang letih—melalui doa, pesan, atau telinga yang mau mendengar karena itu sangat berarti bagi mereka.
“Hadirkan kebaikan kecil hari ini—karena sering kali kebaikan kecil menyembuhkan jiwa yang lelah dan terluka.”
Doa: Tuhan, terima kasih untuk damai-Mu di hatiku, tolong aku untuk membagikan damai-Mu kepada yang lain pada hari ini. Amin. (jho)
Bacaan Alkitab
Yesaya 52-54
