MENJADI AGEN KEBENARAN YANG BERANI

“Sisa-sisa keturunan Yakub akan ada di antara bangsa-bangsa, di tengah-tengah banyak bangsa seperti singa di binatang hutan, seperti singa muda di antara kawanan kambing domba: ke manapun ia pergi, ia menerkam dan mencabik, tidak ada yang melepaskan.”
(Mikha 5: 7)

“Sebaliknya, dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.”
(Efesus 4: 15)

Dalam nubuatan Nabi Mikha ini kita menemukan bahwa selain lembut seperti embun, umat Tuhan juga dipanggil tegas seperti singa. Seekor singa disebut sebagai Raja Hutan. Ada beberapa alasan yang membuat singa mendapatkan julukan ini antara lain: berada di posisi Puncak dalam Rantai Makanan (Apex Predator), kekuatan dan keberanian, auman yang menggetarkan, penampilan fisik yang megah. 

Dalam teks ini digambarkan tentang superioritas singa di antara hewan hutan dan kawanan kambing domba. Dalam teks ini digambarkan bahwa kekuatan dan ketangkasan dari seekor singa ataupun singa muda. Seorang penafsir menggambarkan bahwa orang Yehuda sedang hidup dan menghadapi tekanan dari bangsa Asyur yang terkenal kuat pada masa itu juga menghadapi kekuatan lokal seperti bangsa Aram dan Israel (kerajaan Utara). Tetapi nubuatan yang disampaikan bahwa “sisa-sisa keturunan Yakub akan menjadi seperti embun dan singa.” Sisa-sisa keturunan Yakub ini akan menjadi agen kebenaran Allah yang menyatakan kebenaran Allah di tengah-tengah bangsa adikuasa dan juga kekutan lokal di sekitar mereka.

Sebagai anak-anak Tuhan, setiap kita pun dipanggil untuk menjalani panggilan ini. Kita dipanggil untuk berpegang teguh kepada kebenaran sehingga terus bertumbuh ke arah Kristus yang adalah Kepala (Ef. 4: 15) tetapi tidak hanya sampai di sana saja. Alasannya adalah karena engkau dan saya punya tugas untuk menyatakan kebenaran tersebut bagi orang-orang di sekitar kita. Oleh karena itulah, kita tidak boleh kompromi dengan dosa. Dunia membutuhkan suara yang berani menyuarakan kebenaran, tetapi disampaikan dengan kasih. Kelembutan tanpa kebenaran menjadi lemah; kebenaran tanpa kasih menjadi kejam. Mari kita putuskan rantai kesiaan-siaan yang menyebabkan kebenaran Allah tidak tersampaikan kepada orang di dunia ini. Langkah yang bisa lakukan adalah dengan mengambil satu keputusan benar hari ini meski tidak populer misalnya: menolak gossip, berkata jujur, atau menolak kompromi kecil yang sering dianggap wajar.

“Kebenaran tanpa kasih melukai; kasih tanpa kebenaran menipu—Kristus memanggil kita berjalan dengan keduanya.”

Doa: Tuhan, aku telah menerima kebenaran-Mu dan tolong aku bisa membagikannya kepada orang-orang di sekitarku. Amin. (jho)

Bacaan Alkitab
Yesaya 55-56