DARI BETLEHEM KE UJUNG BUMI
… sebab sekarang kebesarannya akan sampai ke ujung bumi,
(Mikha 5:3b)
‘Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, ‘
(Matius 28: 19)
‘Tetapi kamu akan menerima kuasa bilamana Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
(Kisah Para Rasul 1: 8)
Dari kitab Kejadian – Wahyu, Alkitab menceritakan tentang rencana keselamatan umat manusia sampai ke ujung bumi. Itulah sebabnya nabi Mikha menuliskan bahwa kebesaran Mesias sampai kepada ujung bumi. Rencana ini digenapkan dengan kelahiran-Nya di Betlehem Efrata, sebuah kota yang tidak terkenal dan tempat yang tidak layak yaitu di kandang binatang. Dari kota yang tidak terkenal inilah rencana keselamatan itu bermula yang pada akhirnya terus dilanjutkan sampai kepada ujung bumi. Rencana ini ditindaklanjuti dengan memilih orang-orang yang dipakai oleh Tuhan menjadi alat untuk mengerjakan rencana ini sampai ke ujung bumi. Tuhan menetapkan sisa-sisa keturunan Yakub untuk melanjutkan rencana keselamatan ini. Itulah sebabnya hal pertama yang Tuhan Yesus lakukan setelah Ia dicobai oleh Iblis di padang gurun adalah mencari murid. Murid-murid ini adalah sisa-sisa (remnant) yang diperdamaikan kembali dengan Bapa dan dipakai untuk menjadi alat di tangan Tuhan dalam menggenapi rencana besar-Nya. Membawa rencana keselamatan itu mulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi. Kita juga adalah umat yang telah diperdamaikan dengan Allah dan kita juga dipanggil untuk membawa kabar baik itu kepada dunia melalui hidup, kata, dan tindakan kita. Momen Natal bukan hanya perayaan kelahiran Mesias, tetapi pengutusan kita ke dunia sebagai saksi-Nya. Itulah sebabnya kita harus selalu fokus kepada panggilan ini sehingga berita tentang Tuhan sampai ke ujung bumi. Yang terpenting adalah kita harus menyadari peran setiap kita di dalam Amanat Agung (Pendoa, Penyambut, Pengutus, Mobilisator, Pergi). Setiap orang memiliki peran yang berbeda tetapi kita membawa berita yang sama. Sebagai wujud ketaatan kita terhadap panggilan ini, mari kita belajar taat dengan melakukan proyek ini yaitu membagikan ayat atau renungan singkat tentang damai Kristus kepada minimal 3 orang. Jangan tunggu momen besar—mulailah dari satu pesan sederhana. Tuhan memberkati.
“Natal dimulai di Betlehem, tetapi dampaknya mencapai dunia ketika kita membuka mulut kita.”
Doa: Tuhan, tolonglah aku untuk menjalankan peranku dengan taat dan setia sehingga keselamatan yang daripada-Mu sampai ke ujung bumi. Amin. (jho)
Bacaan Alkitab
Yesaya 57-58
