KEMENANGAN YANG MENGUBAH IDENTITAS

“Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh TUHAN sendiri”
(Yesaya 62:2)

Tentu saja setiap manusia punya kisah hidup yang beragam dan tidak sedikit pula dari kisah itu dipenuhi luka, penolakan, rasa malu dan kegagalan. Dunia begitu cepat memberi kita cap tidak layak, pecundang, pendosa, penjahat, bahkan tidak mampu. Saat label itu terus diulang, kita pun mulai mempercayainya dan membiarkan hal itu membentuk identitas kita. Firman Tuhan dalam Yesaya 62:2 menunjukkan bahwa Dia tidak melihat kita seperti dunia memandang. Tuhan berjanji memberi nama baru, bukan nama yang lahir dari masa lalu yang gelap melainkan dari kasih-Nya yang memulihkan kita yang terluka.

Nama baru ini bukan diberikan oleh manusia tapi ditentukan oleh TUHAN sendiri. Hal tersebut menunjukkan bahwa identitas sejati kita tidak ditentukan oleh kegagalan masa lalu, penilaian orang lain atau luka yang kita alami melainkan oleh pandangan Tuhan atas hidup kita. Menerima nama baru dari Tuhan berarti hidup sebagai ciptaan yang sudah ditebus dan dipanggil masuk dalam rencana-Nya. Artinya, kita harus siap dibentuk mulai dari cara kita berpikir, bertindak, berbicara dan melihat diri sendiri harus seturut dengan firman Tuhan.

Namun, masih banyak orang Kristen yang hidup dalam bayang-bayang nama lama dengan membiarkan luka masa lalu menutup jalan untuk dapat melayani, percaya diri dan berjalan dalam rencana Tuhan. Padahal, Yesaya 62:2 menegaskan bahwa identitas baru itu bukan sembarangan nama saja. Bangsa-bangsa dan para raja akan melihatnya yang berarti pemulihan dari Tuhan membawa terang yang nyata, kesaksian yang hidup, nama baru dari TUHAN.

Ketika kita berjalan dalam nama yang Tuhan tetapkan, hidup kita menjadi cerminan kemuliaan-Nya di tengah dunia. Terimalah nama baru itu dengan iman yang bersandar pada kasih Bapa dan hiduplah sebagai pribadi yang telah ditebus untuk tujuan yang mulia. N.A

Doa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menyebutku dengan nama yang baru. Aku bukan produk masa laluku, aku adalah karya pemulihan-Mu. Tolong aku untuk hidup setia dengan NAMA baru yang Engkau berikan. Amin.

Bacaan Alkitab
Mazmur 24-26