RESPON PARA GEMBALA
Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
(Lukas 2:10-19)
Bicara soal RESPON PARA gembala, Alkitab mencatatkan bahwa mereka langsung berangkat menuju Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang dikatakan TUHAN melalui malaikat-Nya kepada mereka. Pertanyaan “usil” yang ingin saya ajukan adalah: “Apa yang menuntut mereka untuk berjumpa dengan bayi Yesus? Apakah ada penuntun mereka seperti hal-nya orang² majus yang diarahkan oleh bintang? Sekecil apakah kota Betlehem itu sehingga sangat mudah bagi para gembala untuk menemukan-Nya?” Apapun jawabannya, namun tidak pernah menyurutkan niat para gembala untuk mencari Kristus, Juruselamat yang baru dilahirkan itu.
Bagaimanapun respon para gembala, yang jelas ada sesuatu yang besar & luar biasa yang mampu menggerakkan dengan begitu antusiasnya. Misalkan:
- Perjumpaan, tepatnya dijumpai oleh malaikat TUHAN dan bala tentara sorga merupakan sebuah peristiwa yang luar biasa; yang mungkin menjadi pengalaman spiritual yang terjadi sekali seumur hidup, apalagi mereka adalah orang² sederhana yang bertugas menggembalakan domba².
- “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” Berita ini adalah berita besar, berita yang selama ini mereka tunggu². Berita ini berita yang menjawab pengharapan mereka selama ini. Hanya saja, apa yang sesungguhnya mewakili pengharapan mereka? Apakah dalam kapasitas mereka sebagai orang² Yahudi yang memahami Taurat dengan berbagai nubuatan yang ada di dalamnya? Atau dalam kapasitas mereka sebagai bangsa yang sedang berada di bawah kekuasaan Romawi, yang mengharapkan hadirnya sang pembebas?
- Kuriositas mereka yang ingin membuktikan bahwa apa yang dikatakan oleh para malaikat itu sebuah berita benar, dengan tanda² dan ciri² yang jelas – bahwa sang bayi dibungkus oleh lampin dan berbaring di dalam palungan. Dan mereka membuktikannya, mereka melihat-Nya (ayat 17), dan membuat mereka bercerita tentang apa yang terjadi.. Dan hal itu dipertegas di ayat 20). Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
- Yang jelas, para gembala itu memuji & memuliakan Allah. Tidak hanya itu, apa yang mereka lakukan & ceritakan membuat orang² yang mendengarnya menjadi heran/takjub bahkan juga terkonfirmasi.
- Yang jelas, reaksi mereka sangat responsif, sangat antusias yang ditunjukkan di ayat 16 dengan perkataan: Lalu mereka cepat-cepat berangkat . . .
Refleksi:
Bukankah berita Natal adalah sebuah berita penting bagi kita, bahkan setiap kita yang mengaku percaya kepada-Nya dan menyebut diri sebagai anak² TUHAN – yang seharusnya sudah mengalami Natal secara pribadi dengan memberikan hati kita sebagai palungan-Nya; lalu bagaimana dengan respon kita terhadap (berita) Natal itu sendiri, apakah kita se-antusias para gembala? Apakah Natal secara personal itu mengubahkan hidup kita untuk selalu memuji & memuliakan nama TUHAN? Apakah hidup kita telah menjadi konfirmasi kasih Allah bagi orang lain yang sedang mempertanyakannya? Mari, dengan penuh antusias kita mewartakan kelahiran & kehadiran-Nya melalui hidup kita. (hp)
Bacaan Alkitab
Yesaya 61-62
