KEKRISTENAN HARUS EKSKLUSIF (2)

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
(Kisah Para Rasul 4:12)

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
(Yohanes 14:6)

Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” . . . Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. ⁷Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
(Yohanes 3:3, 5-6)

Dalam sebuah pertemuan Kelompok Kecil yang beranggotakan para Pemimpin KTB, muncullah diskusi yang mengangkat sebuah isu: Adakah Keselamatan di Luar Kristus? Sekalipun semua pihak yang terlibat dalam pertemuan itu yakin dan sepakat bahwa tidak ada keselamatan di luar Kristus, namun tidak mengakhiri sebuah keinginan untuk mengetahui pandangan keyakinan lain tentang konsep keselamatannya. Singkat cerita, ditemukan bahwa keyakinan² lain juga memiliki konsep keselamatan, namun selalu berada di dalam kategori yang sama – yakni berada di wilayah manusianya, menjadi tanggung jawab yang harus diupayakan oleh manusianya; human merit menempati posisi pentingnya.

Sekali lagi, ketika kita harus berani mengatakan bahwa Kekristenan itu Eksklusif – itu jawabannya adalah YA HARUS. Terkait dengan doktrin Soteriologi (Keselamatan), sesungguhnya kita tidak akan pernah menemukan alternatif agar manusia yang berdosa ini dapat diselamatkan. Surat Paulus bagi jemaat Efesus menegaskan bahwa manusia tidak memiliki andil sedikitnya untuk hal ini, itu adalah pemberian Allah. Saved by Grace.

Komentar dari pihak lain/ seberang mengatakan: Kok enak ya, Kok gampang ya, dan seterusnya, yang sebetulnya tidak mewakili pemikiran mereka tentang a simplicity of redemption in Christ-nya tetapi lebih bermuatan meledek & merendahkan konsep keselamatan yang tidak bisa dipahami secara manusiawi. Yang jelas, sekali lagi mereka lupa tentang peranan Grace yang menjadi wilayah kedaulatan Allah.

Sekali lagi, Eksklusivitas ini terkait dengan pengajaran, doktrin² yang “sangat berbeda” sehingga menggiring opini mereka yang di luar kekristenan memandang sebagai eksklusif (aneh). Bukan hanya itu; bahkan tidak sedikit yang ada di lingkaran kekristenan menyebutkan bahwa eksklusivitas keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus, menjadi sesuatu yang dirasa kurang PAS sehingga perlu ditambahkan sesuatu (Yesus +) agar kita mendapatkan keselamatan. Sekali lagi, pandangan serupa ini tampak sebagai sebuah upaya untuk menganulir Saved by Grace.

Refleksi:

  • Apakah anda yakin bahwa keselamatan hanya ada di dalam Yesus?
  • Apakah anda sadar bahwa konsep keselamatan ini sangat eksklusif, bagaimana anda tetap berpegang pada pengajaran seperti ini. (JP)

Bacaan Alkitab
Matius 14Markus 6, Lukas 9