ALLAH SUMBER KELEGAAN SEJATI (BAGIAN 2)

Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.
(Habakuk 3:17-19)

Habakuk menutup nubuatnya dengan doa, dan doa yang disampaikan dengan nada ratapan. Sang Nabi membuka doanya dengan pengakuan bahwa dia merasa gentar di hadapan Allah mengingat apa yang telah Allah lakukan atas bangsanya. Habakuk menyadari bahwa penjajahan Babel atas Israel merupakan hukuman Tuhan atas kejahatan Israel kepada Tuhan. Habakuk percaya bahwa dibalik hukuman Allah ada kasih Allah yang telah memilih Israel tidak akan pernah pudar. Inilah yang disebut anugerah Tuhan. Sebagaimana Allah telah membebaskan Israel dari tanah Mesir, Dia sendirilah yang akan melepaskan Israel dari bangsa-bangsa lain, sehingga Habakuk berketetapan dalam doanya, “dengan tenang akan kunantikan hari kesusahan, yang akan mendatangi bangsa yang bergerombolan menyerang kami”. Inilah iman Habakuk, meskipun segalanya tampak buruk, yang digambarkan dengan kegagalan panen dan kematian ternak, Habakuk menetapkan hati tetap percaya kepada Allah yang tidak akan ingkar janji membebaskan umat-Nya.

Pengharapan setiap orang percaya tidak diletakkan pada situasi sekelilingnya yang tidak menjanjikan. Di saat-saat hidup mengikut Tuhan penuh dengan kesulitan dan tanttangan, pandanglah pada Tuhan Yesus. Dia telah mengubankan diri-Nya di kayu salib untuk mengalahkan musuh-musuh-Nya dan memberi kemenangan bagi kita, umat-Nya. jangan pernah putus asa dan menyerah, pada saatnya Tuhan akan mengubah ratapan menjadi sukacita. Amin. (as)

Bacaan Alkitab
Kidung Agung 1-4