KEJUTAN DI YERUSALEM BERLANJUT

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
(Kisah Para Rasul 1:8)

Kemarin kita melihat bagaimana Yerusalem menjadi tempat pemulihan panggilan bagi para murid, pada renungan hari ini kita akan melihat kejutan-kejutan berikutnya. Jika kita perhatikan, para murid sedang memasuki fase yang benar-benar baru. Dimana untuk pertama kalinya, mereka harus melayani tanpa kehadiran fisik Yesus secara langsung di samping atau di depan mereka. Jelas ini bukan hal yang mudah, ini cukup membuat detak jantung berdebar kencang. Karena mereka belum punya pengalaman, belum memiliki rekam jejak pelayanan mandiri, mereka belum menguasai materi pengajaran atau lainnya. Mereka dikenal sebagai orang biasa yang lebih sering berada di belakang Yesus. Namun justru di titik inilah kejutan Tuhan mulai nyata. Ketika diperintahkan untuk menunggu turunnya Roh Kudus dan ketika Roh Kudus turun dalam Kisah Para Rasul 2, sesuatu yang luar biasa terjadi. Dimana orang-orang yang tadinya takut berubah menjadi berani. Mereka yang sebelumnya bersembunyi kini berdiri di depan banyak orang. Petrus, yang pernah menyangkal Yesus, tiba-tiba berkhotbah dengan penuh kuasa dan ribuan orang bertobat dan dibawa kepada Yesus. Semua ini adalah pengalaman pertama mereka.

Apa yangh terjadi di Yerusalem melalui kehidupan mereka ini tidak bisa dijelaskan secara manusiawi. Ini adalah kejutan ilahi, bukan karena kemampuan mereka, tetapi karena kuasa Tuhan yang bekerja di dalam mereka. Lebih menarik lagi, semua ini terjadi di Yerusalem. Kota yang sebelumnya menjadi tempat ancaman, ketakutan, bahkan trauma bagi para murid, kini justru menjadi tempat di mana Tuhan memakai mereka secara luar biasa. Artinya jelas situasi mereka tidak langsung berubah, tetapi Tuhan terlebih dahulu mengubah hati dan hidup mereka. Dari perubahan itulah, dampak besar mulai terjadi.

Pertanyaannya buat kita adalah bagaimana dengan kita hari ini? Seringkali kita merasa tidak siap. Kita berkata, saya belum punya pengalaman, atau saya bukan siapa-siapa, saya belum menguasai ini dan itu. Tetapi kisah para murid di Yerusalem ini mau menunjukkan bahwa kelayakan kita tidak ditentukan oleh pengalaman, melainkan oleh ketaatan dan kesediaan kita untuk dipakai Tuhan. Tuhan tidak mencari orang yang sudah siap, tetapi orang yang mau disiapkan. Akhirnya, kita diingatkan bahwa Tuhan masih bekerja dengan cara yang sama sampai hari ini. Dia memakai orang biasa untuk melakukan perkara luar biasa. Dia memakai tempat yang biasa untuk menghasilkan dampak yang besar. (gn)

Doa: Tuhan, kami menyerahkan hidup kami kepada-Mu, pakailah walaupun kami merasa belum siap. Roh Kudus, penuhi dan tuntun, agar hidup kami menjadi alat bagi kemuliaan-Mu. Amin.

Bacaan Alkitab
1 Timotius