‘LEBIH DARI PEMENANG’ APA LEBIHNYA?
“Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.”
(Roma 8:37)
Mungkin kita sering sekali mendengar frasa ‘lebih dari pemenang’. Bahkan, frasa ini tidak asing bagi kita orang Kristen. Namun, jika kita merenungkan kembali frasa ini, pernahkah kita kembali bertanya apa lebihnya dari seorang pemenang. Mungkin kita di satu sisi juga tidak percaya dengan frasa ini karena maknanya tidak lebih dari sekedar jargon dan slogan orang Kristen. Hal ini disebabkan realita yang tidak kontras antara sebelum dan sesudah menjadi percaya. Lalu apa arti sesungguhnya dari lebih dari pemenang? Apa lebihnya?
Ibarat sebuah olimpiade lari, seorang pelari biasanya berlomba mewakili negaranya. Namun, ketika pelari itu menang, selalu diberitakan bahwa bukan saja pelarinya yang menang tetapi juga negara yang ia wakili. Gambaran, ini sedikit memberikan analogi bagaimana kita bisa dikatakan sebagai lebih dari pemenang. Kita menang bukan karena kita yang berusaha untuk menang tapi Kristus dalam karya salib-Nya sudah memenangkan. Dan dalam hal ini Kristus sudah menang mengalahkan maut sehingga kita tidak lagi bisa dipengaruhi olehnya.
Itulah mengapa pada bagian akhir ayat 37, Paulus menjelaskan bahwa kita menang karena Dia yang sudah menang terlebih dahulu. Sehingga keadaan apapun tidak akan pernah bisa mengubah status kita sebagai orang menang. Kristus bukan hanya menang namun sudah mengalahkan maut itu.
Melihat hal ini seharusnya kita memiliki pengharapan yang kekal dalam menjalani kehidupan ini. Kemenangan yang dimenangkan oleh Kristus tidak menghilangkan masalah di dalam kehidupan yang penuh dosa ini. Namun, kemenangan Kristus menghilangkan konsekuensi dari dosa itu yaitu maut.
Lalu, apakah wajar jika kita sudah mengalami kemenangan Kristus tapi kita masih berdiam diri? -SFG
Bacaan Alkitab
Mazmur 34-36
