EKSKLUSIVITAS YANG INKLUSIF

¹⁹Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. ²⁰Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. ²¹Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. ²²Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.
(1 Korintus 9)

Seperti biasanya, setiap perenungan Gembala di hari Jumat selalu mengajak kita untuk lebih terlibat melalui penelaahan ringan sekaligus refleksi dari Firman Tuhan yang menjadi bacaan kita. Mari kita mulai:

Lihat bacaan yang digaris bawah, bagaimana anda mengartikan Bagi Orang/ Orang² . . . tentang siapakah Paulus?

Apakah menurut anda anggapan orang² tersebut (no.1) selaras dengan upaya Paulus yang berusaha Menjadi Seperti Orang . . . ? Bukankah hal ini dapat dikatakan sebagai upaya gayung bersambut?

Refleksi Pribadi:

  1. Bagaimanakah dengan kita, bagaimana orang² di sekitar menganggap kita? Menerima/ menolak kita?
  2. Apakah kita telah melakukan upaya untuk membangun relasi & meleburkan diri dalam bersosialisasi dengan mereka?

Apa yang menjadi tujuan relasi & kehidupan sosial kita ini?

  1. Apakah hanya sekedar aktualisasi natur kemanusiaan kita yang diciptakan sebagai makhluk sosial?
  2. Atau, kita melihat ada faktor² yang menguntungkan kita baik secara sosial, moral bahkan finansial tatkala kita bersosialisasi ini?
  3. Atau, kita menyadari adanya agenda TUHAN yang kita emban? Menyatakan Kasih Allah, Memenangkan mereka bagi TUHAN, dan lain².

DOA: Ya TUHAN, tolonglah kami untuk memiliki kepekaan, sanggup melihat setiap hal sebagai kesempatan untuk menyatakan Kasih & Karya-Mu kepada mereka yang ada di sekitar kami. Tolonglah kami agar tidak terjebak dalam eksklusivitas kami, tetapi rela mengambil langkah inklusif, bergaul, bersahabat & menjadi berkat. Tolonglah kami ya TUHAN. Amin. (JP)

Bacaan Alkitab
Matius 17, Markus 9